Sarjono Ingin RSUD Panembahan Senopati Tegas Tindak Karyawan yang Lalai

Hal yang paling vital yaitu penanganan yang hanya dilakukan dokter praktik, yaitu dokter umum yang sedang menempuh pendidikan ke spesialis

Penulis: app | Editor: oda
kompasiana.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Terkait buruknya layanan kesehatan yang diduga menyebabkan bayi pasangan Sumartiningsih dan Sarjono meninggal dunia, Sarjono menuntut adanya tindakan tegas dari rumah sakit kepada karyawan yang diduga lalai.

Sarjono saat dihubungi Tribunjogja.com menegaskan bahwa sekitar dua minggu yang lalu sudah ada pertemuan dengan pihak RSUD Panembahan Senopati, Rabu (28/9/2016).

"Sebelumnya sudah ada pertemuan sekitar dua minggunan. Dalam pertemuan tersebut saya hanya dimintai kronologis kejadian. Saya sampaikan apa adanya," jelasnya.

Menurutnya, hal yang paling vital yaitu penanganan yang hanya dilakukan dokter praktik, yaitu dokter umum yang sedang menempuh pendidikan ke spesialis. Selain itu, dokter tidak memantau dengan insentif pasien.

"Fakta di lapangan tidak disampaikan secara penuh. RSUD harus menyampaikan perminta maaf ke publik karena masyarakat butuh tahu tentang keteledoran tersebut," tambahnya.

Sarjono menuntut pihak rumah sakit mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat luas. Sekaligus, rumah sakit juga harus menindak karyawan yang melakukan kesalahan. Dengan tindakan nyata, diharapkan pelayan bisa menjadi lebih baik dan optimal.

"Saya hanya menuntut mereka mengakui keteledorannya dan meminta maaf. Meminta maaf umumnya kepada masyarakat dan kami selaku keluarga. Sampai saat ini, hanya minta maaf secara lisan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved