3 Ratu Batik Rangkul Perajin Lokal
Perajin-perajin ini awalnya sempat ragu saat membuat motif batik kontemporer, namun seiring waktu mereka sudah terbiasa.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meskipun 3 Ratu Batik baru berusia satu tahunan, namun perancangnya, Hendri Budiman telah lama berkiprah di dunia fashion.
Mengawali karirnya sebagai konsultan desain pada tahun 1993, ternyata mengantarkan Hendri menjadi seorang perancang busana.
Sempat menekuni sekolah fashion, Hendri pernah menerima jahitan by order, hingga kemudian kini ia bisa bereksplorasi pada pakem rancangannya.
Untuk menyempurnakan motif rancangannya, Hendri merangkul perajin-perajin lokal untuk melukis kainnya. Ada empat perajin di Bantul, dua perajin Imogiri dan dua perajin di Kulonporogo yang senantiasa menjadi tim di balik rancangan 3 Ratu Batik.
Perajin-perajin ini awalnya sempat ragu saat membuat motif batik kontemporer, namun seiring waktu mereka sudah terbiasa.
”Hidup saya sudah dekat dengan keberadaan para perajin batik,” kata Hendri.
Tidak hanya perajin batik, Hendri juga bekerjasama dengan pemintal sutra di Garut untuk memproduksi kain sutra ATBM. Hendri beralasan, industri fashion akan lebih hidup jika bisa menyejahterakan perajin-perajin tersebut.
”Dengan adanya permintaan, pemintal juga bergairah untuk terus membuat kain sutra ATBM, secara tidak langsung kita bisa menghidupi mereka,” bebernya.
Ke depan, Hendri ingin terus bereksplorasi dengan motif-motif kontemporer dan membawa angin segar bagi produk-produk 3 Ratu Batik. Tidak melulu pada motif polkadot, Hendri mengaku ingin membebaskan rancangannya pada motif kotak maupun garis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rancangan-3-ratu-batik_20160928_205521.jpg)