3 Ratu Batik Rangkul Perajin Lokal

Perajin-perajin ini awalnya sempat ragu saat membuat motif batik kontemporer, namun seiring waktu mereka sudah terbiasa.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/hendra krisdianto
Rancangan 3 Ratu Batik by Hendri Budiman saat dipamerkan pada Jogja Fashion Week Agustus 2016 lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meskipun 3 Ratu Batik baru berusia satu tahunan, namun perancangnya, Hendri Budiman telah lama berkiprah di dunia fashion.

Mengawali karirnya sebagai konsultan desain pada tahun 1993, ternyata mengantarkan Hendri menjadi seorang perancang busana.

Sempat menekuni sekolah fashion, Hendri pernah menerima jahitan by order, hingga kemudian kini ia bisa bereksplorasi pada pakem rancangannya.

Untuk menyempurnakan motif rancangannya, Hendri merangkul perajin-perajin lokal untuk melukis kainnya. Ada empat perajin di Bantul, dua perajin Imogiri dan dua perajin di Kulonporogo yang senantiasa menjadi tim di balik rancangan 3 Ratu Batik.

Perajin-perajin ini awalnya sempat ragu saat membuat motif batik kontemporer, namun seiring waktu mereka sudah terbiasa.

”Hidup saya sudah dekat dengan keberadaan para perajin batik,” kata Hendri.

Tidak hanya perajin batik, Hendri juga bekerjasama dengan pemintal sutra di Garut untuk memproduksi kain sutra ATBM. Hendri beralasan, industri fashion akan lebih hidup jika bisa menyejahterakan perajin-perajin tersebut.

”Dengan adanya permintaan, pemintal juga bergairah untuk terus membuat kain sutra ATBM, secara tidak langsung kita bisa menghidupi mereka,” bebernya.

Ke depan, Hendri ingin terus bereksplorasi dengan motif-motif kontemporer dan membawa angin segar bagi produk-produk 3 Ratu Batik. Tidak melulu pada motif polkadot, Hendri mengaku ingin membebaskan rancangannya pada motif kotak maupun garis. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved