Wajah Stadion Sultan Agung Dirusak Vandalisme dan Aksi Maksiat

Fasilitas umum yang seharusnya menjadi tempat untuk berolahraga ini, justru menjadi ajang vandalisme dan digunakan untuk tempat berbuat maksiat.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
tribunjogja/agung ismiyanto
Dinding stadion Sultan Agung Bantul tak luput dari coretan yang diduga menggunakan cat semprot. Sementara, di bagian pintu-pintu masuk stadion pun tampak kotor dengan coretan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tangan-tangan jahil dan oknum tak bertanggung jawab merusak keberadaan stadion Sultan Agung di Kabupaten Bantul.

Fasilitas umum yang seharusnya menjadi tempat untuk berolahraga ini, justru menjadi ajang vandalisme dan digunakan untuk tempat berbuat maksiat.

Penelusuran Tribun Jogja, coretan itu nampak mengotori pagar masuk ke stadion yang berada di Pacar, Timbulharjo, Sewon ini.

Sementara, dinding stadion pun tak luput dari coretan yang diduga menggunakan cat semprot. Sementara, di bagian pintu-pintu masuk stadion pun tampak kotor dengan coretan.

Menurut sejumlah sumber, vandalisme yang meneror stadion terbesar di Bantul ini diduga kerap dilakukan pada malam hari. Dimana, saat malam hari penerangan cukup minim dan pelakunya bebas berkeliaran untuk merusak fasilitas publik ini.

“Kami sebagai warga memang menyayangkan adanya aksi corat-coret di stadion kebanggaan warga Bantul ini. Tentu saja, hal ini mengganggu pemandangan,” ujar Darmaji, warga yang tinggal di sekitar stadion kepada Tribun Jogja.

Darmaji menjelaskan, oknum yang mengotori stadion Sultan Agung ini diduga kerap beraksi pada malam hari. Dia pun mengaku prihatin dengan kondisi stadion yang tentunya dibiayai oleh APBD Kabupaten Bantul namun menjadi kotor dan rusak.

“Yang paling saya sayangkan, di sana juga menjadi tempat untuk bermesraan. Bisa juga digunakan untuk tempat minum-minuman keras, sehingga fungsi stadion tidak berjalan sebagai mana mestinya,” ulas Darmaji.

Wikan Werdo Kisworo, warga Trimulyo, Jetis, Bantul juga menyayangkan aksi tangan jahil di stadion yang berdiri di atas tanah seluas 23 hektare. Dia juga mengatakan jika aksi vandalisme ini dilakukan pada malam hari, saat petugas keamanan stadion lengah.

Bahkan, Wikan yang ikut mengelola stadion tersebut menjelaskan, jika seminggu lalu, dirinya dan beberapa pengelola lainnya menangkap tiga orang remaja tanpa identitas yang diketahui sedang melakukan corat-coret.

Usai menangkap para remaja itu, pihaknya memberikan pembinaan dan meminta mereka untuk mengecat coretan.

“Kami cukup menyayangkan kesadaran warga yang masih kurang untuk merawat stadion ini, Padahal, kami sudah berupaya maksimal untuk menjaganya,” jelas Wikan.

Dia mengatakan, keberadaan stadion pun masih cukup mudah diakses oleh warga. Meskipun, stadion sudah dijaga oleh dua orang petugas keamanan. Akan tetapi, banyak warga yang bisa dengan mudah masuk ke dalam stadion.

Luasan lahan stadion dan minimnya personel pun, sebut Wikan, menjadi salah satu kemudahan dalam aksi corat-coret di stadion. Meski demikian, pihaknya sudah menghubungi dan selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk rutin patroli.

“Yang paling sering patroli dari Polsek Jetis,” paparnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved