Pemkab Gunungkidul Bentuk Satgas Anti Bunuh Diri
Satuan tugas yang diketuai oleh Bupati tersebut akan terjun langsung melakukan pendampingan di masyarakat
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Bunuh Diri atau yang dinamakan 'Satgas Berani Hidup'.
Satuan tugas yang diketuai oleh Bupati tersebut akan terjun langsung melakukan pendampingan di masyarakat untuk menekan tingginya kasus bunuh diri yang ada di Gunungkidul.
Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Penasehat Satgas Berani Hidup, Immawan Wahyudi, mengatakan, jumlah kasus bunuh diri yang terus meningkat tahun demi tahun di Gunungkidul yang kian memprihatinkan, sehingga harus segera ditangani.
"Bagaimana tidak, setiap bulan pasti ada satu dua kejadian bunuh diri di Gunungkidul. Hal ini tidak bisa dibiarkan, dan harus kita tangani secara serius," ujar Immawan, Senin (12/9/2016).
Lanjut Immawan, dibentuknya Satgas Berani Hidup, adalah untuk merespon realita sosial terkait tingginya angka bunuh diri yang ada di Gunungkidul. Satuan Tugas diharapkan dapat segera menekan jumlah bunuh diri dengan melakukan pendekatan langsung ke masyarakat.
Ia menambahkan, Satgas dibentuk dari wakil-wakil dari lembaga kedinasan (pemerintah) dan unsur masyarakat baik kelembagaan maupun individual.
"Satgas tersebut akan membuat program terstruktur, terorganisir dan terintegrasi untuk bersama sama mengatasi problematika sosial yang menjadi faktor risiko bunuh diri di Gunungkidul,"paparnya.
Immawan mengatakan, Satgas nantinya akan turun langsung ke masyarakat dengan tingkat kecenderungan kasus bunuh diri yang tinggi. Orang-orang yang berpotensi bunuh diri ialah orang yang depresi, sakit menahun dan tekan ekonomi menjadi sasaran.
"Setiap Puskesmas di masing-masing wilayah pun digerakkan untuk menjaring masyarakat yang diketahui memiliki penyakit psikis dengan menempatkan satu psikolog untuk pendampingan," ujarnya.
Susunan Satuan Tugas Berani Hidup yakni Pembina oleh Bupati Gunungkidul, Penasehat oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Pengarah oleh Sekda Gunungkidul, Diketuai oleh Drs. Bambang Sukemi, MM yang menjabat Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
Sedangkan Wakil ketua dijabat oleh dr. Ida Rochmawati, MSc., Sp.KJ (K), Sekretaris Subarno, S. Sos (Kasubag Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial), Wakil Sekretaris: Sri Sugiyanti, SH, M.Hum, dan anggota tim terdiri dari pemerintah, unsur pemuda dan masyarakat.
Immawan berharap dengan terbentuknya satgas tersebut, pemerintah bersama masyrakat dapat bergandeng tangan mengubah cara pandang, perilaku dan pemikiran negatip menjadi lebih berpikir positip, optimis dan bersyukur dalam suka maupun duka.
"Kita tidak bisa mengabaikan begitu saja hanya dengan memegangi kredososial masyarakat Gunungkidul secara umum, tetapi kita harus berupaya menanggulangi, mengurangi bila dimungkinkan bisa meniadakan kasus bunuh diri," ujarnya.
Berdasarkan Data Polres Gunungkidul, telah terjadi 174 kasus bunuh diri pada rentang tahun 2009 - 2015, artinya jika diambil rata - rata terjadi 25 kejadian bunuh diri per tahunnya. Sementara tahun ini, sudah mencapai 25 kasus bunuh diri, dengan 23 orang MD, dua sisanya percobaan.
Wakil Ketua Satgas Berani Hidup, Ida Rochmawati, menganalisa data kasus bunuh diri, jika dibuat grafik tersebut dapat dilihat, bahwa trend kasus bunuh diri di kabupaten Gunungkidul dari tahun ke tahun mengalami peningkatan lalu mengalami penurunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gantung-diri_1704_20150417_185646.jpg)