Tribun Jogja Edisi Besok
24 dari 25 PLTS Solar Home System di GK Rusak
Langkah Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam mengembangkan dan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) tampaknya tak mudah.
Penulis: mrf | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Resya Firmasnyah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Langkah Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam mengembangkan dan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) tampaknya tak mudah.
Beberapa proyek pemanfaatan EBT yang sudah ada di DIY layu sebelum berkembang.
Seperti diketahui, Pemda DIY menargetkan tahun 2025, 17 persen energi yang digunakan di DIY memanfaatkan EBT.
Jumlah tersebut menyesuaikan target pemerintah pusat yang mencanangkan pemanfaatan EBT di Indonesia sebesar 23 persen. Saat ini, EBT yang digunakan di DIY sendiri sekitar 5 persen.
Upaya yang dilakukan Pemda DIY selama ini untuk merealisasikan target tersebut, yakni dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Jika melihat progres tersebut, pekerjaan rumah Pemda DIY untuk mengembangkan EBT tak banyak.
Akan tetapi, langkah Pemda DIY tidak akan semudah itu. Pasalnya, sejumlah proyek pemanfaatan EBT tak lagi jalan.
Misalnya seperti di Dusun Cari, Danggolo, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul (GK). Berdasar penelusuran Tribun Jogja, 24 dari 25 PLTS berjenis Solar Home System (SHS) yang diberi Kementerian ESDM tak lagi berfungsi.
Tokoh Pemuda Dusun Cari, Danggolo, Gunungkidul, Gunawan menceritakan, Kementerian ESDM menghibahkan SHS ke dusunnya di tahun 2009.
Saat itu, menurutnya, warga setempat merasa terbantu lantaran Dusun Cari belum teraliri listrik. Setidaknya dengan adanya SHS, warga Dusun Cari memiliki lampu penerangan di tiap rumah.
Selengkapnya, simak di edisi cetak Tribun Jogja, Senin (12/9/2016). (*)