Boiman Gelisah Hampir Separo Tanaman Tembakaunya Terserang Ulat

Kondisi tersebut membuatnya gelisah, lantaran daun tembakau yang belum dipanen itu rusak.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Petani menunjukkan daun tembakau yang rusak diserang hama ulat di Desa Kebondalem Lor, Prambanan, Kamis (8/9/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Setelah dipusingkan adanya hujan yang mengguyur saat musim kemarau, petani tembakau harus menghadapi serangan hama ulat. Hama ulat merusak daun tembakau yang memiliki nilai ekonomis.

Boiman (60), seorang petani tembakau di Dusun Cepogo, Desa Bugisan, Prambanan mengatakan, hampir separuh tanaman tembakau jenis bligon seluas 1.800 meter persegi miliknya terserang hama ulat. Kondisi tersebut membuatnya gelisah, lantaran daun tembakau yang belum dipanen itu rusak.

"Sudah hampir satu bulan ini diserang ulat. Ada hujan, ulat juga semakin banyak," katanya, Kamis (8/9/2016).

Menurutnya, ulat menyerang tanaman pada bagian daun, terutama pada daun yang masih muda. Namun, terdapat beberapa jenis ulat yang juga menyerang hingga bagian batang tanaman.

"Untuk mengurangi serangan hama ulat, biasanya dicari secara manual pada tanaman. Diambil satu per satu dan dimatikan agar tidak berkembang," ungkapnya.

Informasi lengkap ada di Tribun Jogja edisi Jumat (9/9/2016). (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved