Pengurus PSHT Klaten Akui Aksi Pesilat Serbu Perkampungan Warga Sudah Kebablasan

Tidak ada komando yang diberikan oleh pengurus untuk menyerang pemukiman warga.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Facebook/?Aim Achmad Mustaqim?/Info Cegatan Klaten
Barang bukti senjata tajam yang dibawa oleh gerombolan pesilat saat melakukan penyerangan rumah warga di Dusun Ngeseng, Jambukulon, Kecamatan Ceper, Selasa (30/8/2016) dini hari. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ketua Pengurus PSHT Cabang Klaten, Marjono mengatakan pihaknya tidak menyangka aksi penyerangan yang dilakukan anggotanya.

Pasalnya tidak ada komando yang diberikan oleh pengurus untuk menyerang pemukiman warga.

“Kami sangat terkejut, karena sejauh ini tidak ada komando untuk membuat masalah bahkan hingga menyerang pemukiman warga,” ujarnya, Rabu (31/8/2016).

Menurutnya aksi tersebut dilakukan berdasarkan korsa yang tertanam dalam diri masing-masing anggota. Meskipun atas kejadian ini pihaknya akan lebih mawas diri untuk membina solidaritas antar anggota ke arah yang lebih positif.

“Sebenarnya membuat masalah menjadi pantangan, tapi korsa mereka cukup tinggi hingga sampai bisa terkumpul anggota hingga linta daerah. Namun dengan kejadian ini, kami akan lebih mawas diri agar tidak muncul citra buruk PSHT di kalangan masyarakat,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved