Ngaku Jadi Paranormal, Pria Asal Pati Ini Malah Sodomi Puluhan Pelajar di Sleman

Ia dilaporkan telah melakukan aksi pencabulan (sodomi) terhadap puluhan pelajar di daerah Sleman.

Penulis: akb | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Jihad Akbar
Pelaku saat akan diotopsi di RSUP Dr Sarjito, Mlati, Sleman, Selasa (23/8/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaku sodomi, Teguh Umbartono alias Agus Kaligis (46), warga Pati Jawa Tengah nekat bunuh diri tidak lama setelah ia ditangkap pihak kepolisian, Selasa (23/8/2016).

Sebelumnya, ia dilaporkan telah melakukan aksi pencabulan (sodomi) terhadap puluhan pelajar di daerah Sleman.

"Ada sekitar 30 korban, tapi belum semuanya melapor. Mereka mau melapor setelah pelaku tertangkap," ujar Kapolres Sleman, AKBP Yulianto, Selasa (23/8/2016) kepada wartawan.

Aksi cabul pelaku dilakukan sekitar satu tahun hingga dua tahun lalu. Aksi pelaku menelan 30 orang korban yang rata-rata saat itu merupakan pelajar SMA.

Modus yang dilancarkan pelaku yaitu berpura-pura menjadi seorang paranormal. Pelaku mencari korban di tempat nongkrong, seperti warung makan.

Pelaku menjanjikan kepada para korban dapat membuat kebal terhadap sejata dan membuka aura. Salah satu prosesi yang harus dijalani oleh korban yakni aksi cabul tersangka itu.

Pelaku melakukan aksi cabul itu di kos daerah Deresan, Bulaksumur, Depok, Sleman.  Para korban baru menyadari jika tertipu saat mereka bertemu dan saling bercerita.

Aksi cabul pelaku itu kemudian dilaporkan pada bulan Mei 2016 lalu. 

Kapolres Sleman AKBP Yulianto menerangkan, pelaku cabul itu sebelumnya diamankan di daerah Pati Jawa Tengah (Jateng), Senin (22/8) malam.

Penangkapan dilakukan oleh 11 anggota dari Tim Satreskrim Polres Sleman serta Tim Opsnal dari Polda DIY. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

"Kemudian pelaku dibawa ke Yogya," jelas Kapolres saat menggelar jumpa press di Mapolres Sleman.

Saat itu petugas membawa tiga buah mobil. Tersangka dan barang bukti dijadikan dalam satu mobil dikawal empat orang petugas.

Sesampainya di daerah Magelang, Selasa pagi, tersangka meminta minum kepada petugas. Atas dasar kemanusiaan polisi kemudian membelikan minum.

Memanfaatkan kelengahan petugas, tersangka mengambil pisau yang merupakan salah satu bukti.

Pelaku lalu menusukan pisau itu ke bagian perut. Mengetahui aksi nekat pelaku, petugas lantas melarikannya ke UGD RSJ yang terdekat dengan TKP.

"Kami belum tahu pelaku meninggal saat itu atau saat di rumah sakit. Saat ini masih dilakukan otopsi di RS Sarjito," ujar Kapolres. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved