Sentuhan Lurik pada Kebaya Mak Nong

Dominasi motif kotak kecil-kecil ini dikombinasikan dengan desain Kebaya Mak Nong yang memiliki potongan lebih lurus dan panjang.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Ist
Lila Imelda Sari, pemilik brand Lemari Lila, mengenakan Kebaya Mak Nong hasil desainnya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sukses memodifikasi desain kebaya dengan potongan yang trendi, kini Lemari Lila kembali memperkenalkan produk barunya.

Berbeda dengan produk-produk terdahulunya, kini Lemari Lila memberanikan diri mengkombinasikan kain lurik pada kebaya melayu.

Agustus 2016 menjadi timing tepat bagi Lila Imelda Sari, pemilik brand Lemari Lila untuk mencoba bermain dengan kain-kain tradisional Indonesia.

Jika biasanya masyarakat lebih familiar dengan kain lurik bermotif garis-garis, Lila ingin memberikan aksen berbeda dengan penggunaan kain lurik motif kotak-kotak.

Dominasi motif kotak kecil-kecil ini dikombinasikan dengan desain Kebaya Mak Nong yang memiliki potongan lebih lurus dan panjang dibanding kebaya pada umumnya.

Sekilas, desain ini menyerupai kebaya khas Sumatera atau Melayu. Inspirasi penciptaan Kebaya Mak Nong ini rupanya datang dari sang nenek yang merupakan orang Sumatera asli.

“Saya suka sekali melihat nenek memakai kebaya panjang khas Sumatera. Kebaya Melayu ini banyak dipengaruhi oleh kentalnya agama Islam di sana, sehingga potongannya lebih panjang, lurus dan tidak ketat,” ujar Lila, sapaan akrabnya.

Potongan lurus ini juga mengingatkan kita pada baju kurung. Karena memiliki panjang yang melebihi pinggang, pemakainya bisa mengkreasikan baju ini sebagai terusan ataupun atasan.

Outer juga dapat menjadi pilihan pemakainya dengan tabahan tali di bagian pinggang.

“Namun tidak semua orang merasa pantas memakai kebaya jenis ini, karena umumnya mereka khawatir terlihat besar,” katanya.

Menjawab kekhawatiraan itu, Lemari Lila pun menghadirkan produk baru lainnya dengan tetap mengedepankan desain kebaya khasnya. Kebaya Puti pun diluncurkan seminggu setelah Kebaya Mak Nong dikenalkan ke pembongkarnya.

Masih menggunakan bahan kain tenun motif kotak-kotak kecil, Kebaya Puti ini merupakan modifikasi dari Kebaya Kutubaru yang sempat menjadi tren beberapa tahun belakangan.

Dalam produk Kebaya Kutubarunya kali ini, Lila memberikan aksen yang lebih tinggi di bagian penutup dada. Hal ini menyelaraskan dengan konsep Kebaya Melayu yang lebih Islami.

Untuk mempercantik Kebaya Mak Nong dan Kebaya Puti, Lila membubuhkan tenun selendang di bagian tangan. Potongan kain cantik akan menghiasi tangan jika pemakainya ingin menggulung lengan bajunya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved