Empat Pahlawan yang Namanya Hampir Terlupakan
Jangankan dijadikan nama jalan, beberapa di antara pahlawan itu bahkan menjadi pengemis karena sudah tak mampu bekerja di hari tua.
Penulis: say | Editor: oda
2. Djuwari, pemikul tandu Jenderal Soedirman

Sebagian orang pastinya sudah tahu kalau Jenderal Soedirman berjuang bergerilya dengan ditandu. Namun pernahkah terpikir, siapa sosok-sosok berjasa yang membawa tandu itu?
Salah satunya adalah Djuwari, seorang lelaki yang tinggal di Dusun Goliman, Desa Barakan, Kecamatan Banyakan, Kediri, tepatnya di kaki Gunung Wilis. Kala berjuang, ia bergantian dengan tujuh orang temannya, karena medan yang ditempuh cukup berat dan berbukit-bukit.
Djuwari membawa tandu Soedirman sampai Bajulan, Nganjuk.
Cukup lama setelah itu, cucu Soedirman sempat ada yang datang memberi bantuan. Lalu semasa Presiden Soeharto, ia juga beberapa kali menerima bantuan beras.
Namun setelah presiden berganti, tak ada lagi yang memberinya bantuan. Padahal, Djuwari hidup tak jauh dari garis kemiskinan.
3. Frans Mendur

Foto hitam putih Presiden Soekarno saat membacakan teks Proklamasi sudah begitu akrab. Namun tahukah Anda, siapa yang mendokumentasikannya?
Ternyata sosok sangat berjasa itu adalah fotografer Frans Mendur. Ia berhasil mendokumentasikan peristiwa bersejarah itu bersama kakak kandungnya, Alex Mendur.
Tentara Jepang sempat menggeledah tetapi untungnya, ia menyembunyikan negatif film di bawah pohon halaman kantor harian Asia Raya.
4. Syahrudin

Ia merupakan seorang telegraphis pada kantor berita Jepang pada tahun 1945. Setelah Proklamasi dikumandangkan, secara sembunyi-sembunyi ia menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.
Ia melakukannya pada 17 Agustus 1945 pukul 4 sore, ketika tentara Jepang sedang beristirahat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anwar_20160817_203734.jpg)