Dispertahut Bantul Waspadai Antrax dan Cacing Hati pada Sapi Kurban
Dinas melakukan pemeriksaan hewan ternak menjelang Idul Adha 1437 H, Senin (15/8/2016).
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, mewaspadai penyakit antrax dan cacing hati pada hewan kurban.
Agar penyakit ini bisa diantisipasi sejak dini, dinas melakukan pemeriksaan hewan ternak menjelang Idul Adha 1437 H, Senin (15/8/2016).
Pemeriksaan ini dilakukan oleh petugas dari Dispertahut Bantul di sejumlah peternakan yang ada di Bantul. Mereka pertama kali memeriksa kesehatan hewan di peternakan sapi yang berada di Dusun Trisigan, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden.
Dalam pemeriksaan hewan ternak ini, para petugas memeriksa hewan kurban dari matanya, bibir, hingga gigi. Beberapa sapi yang diperiksa ini menunjukkan sudah usia matang atau sudah poel. Sehingga layak disembelih atau dikonsumsi.
Dalam pemeriksaan yang ditujukan untuk mengetahui hewan kurban sehat dan benar-benar layak dikonsumsi, pihak dinas terkait tidak menemukan adanya sapi yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, ada seekor sapi yang mengalami penyakit kutil pada bagian mata.
“Sejauh ini semua (sapi)nya sehat. Memang ada satu yang matanya agak sedikit terganggu. Namun, ini hanya mempengaruhi performance saja. Tidak berpengaruh pada kesehatan,"jelas Kepala Dispertahut Bantul, Pulung Haryadi.
Dia menambahkan, pemeriksaan ini, menjamin adanya kesehatan ternak yang nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat. Adapun, kerawanan penyakit yang harus diwaspadai adalah antrax dan juga cacing hati.
Untuk mengantisipasi penyakit ini, pihaknya melakukan pemeriksaan hewan kurban tahun ini yang ditargetkan mencapai 26 titik. Dalam pemeriksaan ini, pihaknya melibatkan 10 pusat kesehatan hewan (Puskeswan).
“Untuk memastikan kesehatan hewan kurban ini, kami juga melibatkan 23 dokter hewan. Selain itu, kami juga terus melakukan pengawasan pada penjual ternak dan pertemuan dengan takmir masjid,” katanya.
Sementara itu, tingkat kebutuhan pada hewan ternak pada Idul Adha sangat tinggi. Di hari normal saja, sudah mencapai 35 ekor per hari. Adapun, saat hari raya diperkirakan kebutuhan akan hewan ternak kurban mencapai 14.000 lebih.
“Untuk itu, karena tingginya permintaan ini, maka tidak mungkin hewan kurban hanya distok dari Bantul. Sebagian ada yang berasal dari Wonosari dan daerah luar Bantul, seperti dari Madura,” jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Agus Rahmat Susanto menjelaskan, beberapa penyakit yang biasanya muncul pada hewan kurban, utamanya sapi adalah cacing hati. Untuk saat ini, pengujian cacing hati ini, harus dilakukan dengan cara uji laboratotium saat sudah disembelih.
“Adapun untuk kasus papiloma atau kutil ini, merupakan kasus yang jarang ditemukan. Namun, sangat bisa disembuhkan dan dihilangkan. Penyakit ini hanya mengurangi penampilan saja,” kata Agus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sapi-kurban-btl_20160815_230708.jpg)