Lipsus Sonobudoyo

Hilangnya Koleksi Sonobudoyo Bukan Kasus Sepele

Sebelumnya pernah terjadi pencurian terhadap koleksi Sonobudoyo. Hal ini juga sudah disampaikan dalam laporan evaluasi tim sembilan.

Hilangnya Koleksi Sonobudoyo Bukan Kasus Sepele
tribunjogja/dwi nourma handito
Museum Negeri Sonobudoyo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus hilangnya koleksi Museum Sonobudoyo akan berumur enam tahun pada 11 Agustus 2016 besok. Belum ada titik terang terkait kasus ini, meski sempat ada tim investigasi yang dibentuk untuk mengusut kasus ini.

Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya), Jhohannes Marbun, yang juga anggota tim evaluasi museum Sonobudoyo bentukan gubernur mengatakan pihak terkait harus menjelaskan terkait apa yang ditemukan oleh tim yang dibentuk.

Karena selama ini justru tidak terdengar kabar dari hasil itu. Menurutnya kasus ini sudah mandek sejak 2014.

"Ini yang harus mereka jelaskan, dari mereka membentuk tim sampai akhir," katanya. Kasus 2010 menurut Marbun bukanlah kasus pencurian pertama di Museum Sonobudoyo, namun kasus terakhir yang terjadi.

Sebelumnya pernah terjadi pencurian terhadap koleksi Sonobudoyo. Hal ini juga sudah disampaikan dalam laporan evaluasi tim sembilan.

Disebutkan dari sumber informan, pernah terjadi pencurian koleksi senjata pada masa saat kepala museum dijabat Martono yang juga masih menjabat saat kasus 2010 terjadi.

Setelah ditelusuri ada pihak dalam museum yang terlibat, namun di dalam laporan tim evaluasi kasus itu hanya diselesaikan secara internal saja.

"Kami kroscek‑kroscek dari informan museum itu sendiri bahwa betul, ada pernah terjadi kehilangan pada koleksi senjata. Keris, tetapi kemudian ketahuan, barang itu kemudian dikembalikan," ujarnya.

"Pertanyaan pada waktu itu, berapa yang hilang, berapa yang dikembalikan. Itu yang mereka gak bisa jawab, yang hilang berapa yang diketemukan berapa, mereka tidak mengklarifikasi itu. Kami sudah kroscek ke kepala museum yang dahulu," lanjutnya.

Namun hal ini menurutnya tidak menjadi sebuah jalan untuk mengungkap kasus 2010. Kasus sebelum 2010 menjadi sebuah bukti bahwa ini bukanlah kasus sepele dan menjadi sebuah kasus yang besar dan seharusnya polisi menyelidiki hal tersebut juga. (*)

Penulis: dnh
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved