Prevalensi Penduduk yang Menderita Gangguan Jiwa Berat di DIY Tertinggi Nomor 2
Dari data Riset Kesehatan Dasar (Rikesda) tahun 2013, prevalensi jumlah penduduk DIY yang menderita gangguan jiwa berat sebesar 2,7 per mil.
Penulis: una | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari data Riset Kesehatan Dasar (Rikesda) tahun 2013, prevalensi jumlah penduduk DIY yang menderita gangguan jiwa berat sebesar 2,7 per mil.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M.Kes, menyatakan bahwa prevalensi jumlah penduduk yang menderita gangguan jiwa berat di DIY nomor 2 tertinggi setelah Aceh.
"Positifnya pendataan kita jauh lebih baik dari provinsi lain. Ini harus ditangani bersama. Bagaimana kita menindaklanjuti kondisi ini. Sosialisasi, mendampingi dan membuat kegiatan dimana keluarga dan masyarakat menurunkan stigma negatif," ujarnya.
Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) FK UGM merumuskan sistem rehabilitasi pasien terintegrasi bagi pasien skizofrenia bekerjasama dengan pemangku kepentingan dan instansi terkait DIY.
PT. Johnson & Johnson Indonesia pun menggelar kegiatan edukasi pada publik tentang kesehatan mental dengan memperkenalkan model pengobatan, perawatan dan pendampingan yang terintegrasi dengan sistem tersebut.
Dengan mengambil tema From Curing to Curing, acara ini digelar dengan mengundang beberapa narasumber dari Kemenkes RI, KP-MAK UGM, Komunitas Peduli Skizofrenia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), di Hotel Santika Jogja, Rabu (27/7/2016). (tribunjogja.com)