Ini Dia Pantauan FORPI Soal PLS

FORPI Kota Yogyakarta sempat mendapat laporan adanya tugas PLS yang memberatkan siswa.

Penulis: gil | Editor: oda
Ist
Antusias siswa SMP N 15 Yogyakarta dalam mengikuti PLS. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang menggantikan MOS sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, telah dilaksanakan pihak sekolah selama tiga hari awal sekolah.

Forum Pemantau Independen Pakta Integritas (FORPI) Kota Yogyakarta sempat mendapat laporan adanya tugas PLS yang memberatkan siswa.

Anggota FORPI Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba mengatakan, dirinya mendapat laporan dari seorang wali murid atau orangtua siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta yang keberatan dengan tugas anaknya yang dinilai susah.

Lantaran, anaknya menjadi pulang larut malam, padahal berdomisili di Bantul.

"Dari aduan yang kami terima, putrinya harus pulang malam karena tugas PLS untuk memecahkan soal dengan berbagai rumus, yang itu dirasa berat oleh orangtua siswa," tutur Baharuddin pada Selasa (19/7).

Ia menuturkan, aduan tersebut sama dengan tahun 2015, namun setelah diklarifikasi ternyata hanya perbedaan pandangan antara orangtua maupun murid dengan yang lainnya.

Karenanya, Ia pun pada Selasa pagi mengunjungi SMAN 3 Yogyakarta untuk meminta klarifikasi.

Baharuddin bersama Tribun Jogja pun menemui Kepala Sekolah SMA N 3 Yogyakarta, Dwi Rini Wulandari pada Selasa pagi (19/7/2016).

Dalam pertemuan yang santai tersebut, Dwi pun menjelaskan bahwa tugas itu bermaksud untuk menantang para siswa dalam pemecahan permasalahan, yang dalam hal ini soal-soal matematika.

Tugas itu berupa soal-soal dengan rumus matematika yang nantinya hasilnya untukk digabungkan menjadi logo SMA N 3 Yogyakarta.

Dwi menjelaskan, karakteristik siswa sekolahnya memang selalu ingin kegiatan yang menantang. Tugas pemecahan soal itu merupakan stimulus agar siswa lebih tertantang.

"Karena nantinya sistem pembelajaran di sekolah cukup menantang karena siswa kami nilai NEM-nya saat masuk SMAN 3, cukup tinggi," tutur Dwi.

Waka Urusan Humas SMA N 3 Yogyakarta Agus Santosa mengatakan, tidak ada siswa yang mengeluhkan dengan tugas tersebut.

Pun soal pulang lebih larut, sudah sejak dahulu siswa sekolahnya pulang larut karena mengerjakan tugas bersama-sama di sekolah.

"Tugasnya kan kolaboratif, jadi bisa diselesaikan bersama-sama. Mungkin yang bersangkutan bersama teman-temannya hingga larut karena sudah sejak dahulu siswa kami senang mengerjakan tugas di sekolah hingga larut," ungkap Agus.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved