SMP N 15 Yogyakarta, PLS Bertema Budaya
MOS yang identik dengan intimidasi dari kakak kelas diganti dengan PLS yang lebih memacu kreatifitas dan pembentukan karakter siswa.
Penulis: app | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang berlangsung di SMP N 15 Yogyakarta bertema berbasis budaya dan tradisional, Selasa (19/7/2016).
Siti Arina Budiastuti, Kepala SMP N 15 Yogyakarta menjelaskan, PLS berbeda dengan MOS.
MOS yang identik dengan intimidasi dari kakak kelas diganti dengan PLS yang lebih memacu kreatifitas dan pembentukan karakter siswa.
Tema budaya digunakan dalam pembentukan dan pemberian nama kelompok atau gugus siswa baru. Selain itu, sekolah juga memfasilitasi berbagai macam permainan tradisional.
"Selain mengenal lingkungan sekolah, nama gugus siswa baru juga diberi nama permainan tradisional seperti gugus gobaksodor, basbasan dan lain sebagainya," jelas Kepala Sekolah yang baru tiga bulan bertugas di SMP N 15 Yogyakarta.
PLS berbeda dengan MOS dimana dalam PLS kakak kelas tidak boleh dilibatkan. Namun, Arina mengaku cukup terbantu dengan adanya mahasiswa PPL di SMP N 15 Yogyakarta.
Apalagi PLS berlangsung selama tiga hari, sehingga tenaga mahasiswa PPL sangat membantu.
"Beberapa kakak kelas tetap dilibatkan, namun hanya sebatas menjaga saja," tambahnya.
SMP N 15 Yogyakarta pada tahun menerima 340 siswa didik baru. Arina menambahkan, kegiatan gerakan antar anak sekolah pada hari pertama (Senin kemarin) PLS berlangsung antusias.
"Hampir semua wali murid datang mengantar. Pada hari pertama, wali murid saya bebaskan memantau anaknya. Bahkan, mereka juga masuk kelas," ceritanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/siswa-smp-n-15-yogyakarta_20160719_131335.jpg)