Pacman Si Pengupas Rambutan

Alat tersebut diberi nama Pacman Si Pengupas Rambutan oleh penemunya Laksita Kirana, Hayu Candrasmurti dan Addien Mutiara.

Penulis: app | Editor: oda
tribunjogja/afriansyah panji
Tiga siswi SMPN 1 Yogyakarta telah mengembangkan alat pengupas rambutan yang praktis. Alat tersebut diberi nama Pacman Si Pengupas Rambutan oleh penemunya Laksita Kirana, Hayu Candrasmurti dan Addien Mutiara. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi anda yang sering kerepotan mengupas kulit rambutan, kini tidak perlu khawatir. Tiga siswi SMPN 1 Yogyakarta telah mengembangkan alat pengupas rambutan yang praktis.

Alat tersebut diberi nama Pacman Si Pengupas Rambutan oleh penemunya Laksita Kirana, Hayu Candrasmurti dan Addien Mutiara.

Dalam acara Lomba Karya Tulis Ilmiah 2016 yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Yogayakarta di Taman Pintar, ketiga siswi tersebut terlihat begitu antusias menjelaskan hasil penelitiannya, Senin (18/7/2016).

Hayu menceritakan awal mula ide menciptakan Pacman tersebut. Hayu mengaku sering melihat beberapa orang kesulitan membuka rambutan.

"Rambutan mengeluarkan getah sehingga pahit jika dibuka dengan cara digigit. Sedangkan jika menggunakan kuku akan membuat kuku menjadi kotor dan hitam. Kalau pakai pisau buahnya bisa terpotong," jelas Hayu.

Setelah siswi-siswi tersebut berdiskusi, pilihan jatuh pada bola tenis sebagai bahan utama. Selanjutnya konsultasi kepada guru pembimbing terkait pemilihan material gigi untuk mengupas rambutan.

Pada percobaan pertama gigi Pacman menggunakan ujung jilid pada buku skipsi. Namun, percobaan pertama dirasa kurang efektif.

Selanjutnya pada percobaan kedua gigi diganti menggunakan kawat kembang api. Kawat kembang api yang runcing dikhawatirkan terlalu berbahaya.

Walhasil, dipercobaan ketiga atau percobaan terakhir menggunakan ujung penjapit makanan. Ujung penjapit yang dipotong kemudian digunakan sebagai gigi untuk mengupas rambutan. Pemasangan pun dilakukan menggunakan alat seperti solder.

Hasil karya ilmiah siswi SMP N 1 Yogyakarta tersebut diakui belum pernah dilakukan uji coba. Hal tersebut dikarenakan pada saat selesai penelitian tidak bertepatan dengan musim rambutan.

Namun Pacman Pengupas Rambutan hasil percobaan terakhir tersebut diyakini sukses karena memiliki material yang lebih kuat. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved