Kantor Disnakersos Sleman Sepi Pencari Kerja
6 di antaranya datang untuk mengajukan permohonan surat pencari kerja (AK1) alias kartu kuning sedangkan sisa datang untuk mencari lowongan kerja.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumlah pencari kerja (AK1) cenderung sepi pada hari pertama operasional Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman, Senin (11/7/2016) selepas libur panjang Lebaran 2016.
Pada hari itu, tercatat hanya ada 10 orang pencari kerja yang mendatangi kantor tersebut.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnaker Sleman, Sutiasih, mengatakan, pasca Lebaran tahun ini memang pencari kerja yang mendatangi Dinas masih terbilang sedikit.
Dari 10 orang tersebut, 6 di antaranya datang untuk mengajukan permohonan surat pencari kerja (AK1) alias kartu kuning sedangkan sisa datang untuk mencari lowongan kerja.
"Biasanya ada hingga 30 orang pencari kerja dalam sehaari. Tapi sekarang ini sepi," kata Asih, sapaannya saat ditemui.
Ia menilai, sepinya para pencari kartu kuning maupun lowongan kerja itu dimungkinkan karena sebagian mereka masih berada di kampung halaman selepas Lebaran.
Selain itu, saat ini juga masih diberlakukan moratorium ditutupnya sementara waktu penerimaan pegawai negeri sipil oleh pemerintah. Biasanya, jika ada penerimaan PNS di instansi tertentu, para pencari kartu kuning bakal membludak.
Meski begitu, Asih mengatakan, kartu kuning bukanlah instrumen untuk mencari kerja melainkan sebagai tanda daftar pencari kerja.
Saat ini, pemerintah maupun pemberi kerja juga tidak mensyaratkan kartu kuning bagi calon tenaga kerja saat melamar. Melainkan, kartu kuning disyaratkan untuk pelengkap berkas bagi yang diterima bekerja.
Terkait lokasi kerja incaran, sebagian besar pencari kerja mengincar pekerjaan di Batam maupun wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Terutama untuk lowongan di pabrik maupun tenaga kerja industri lain.
Padahal, lebih lanjut Asih mengatakan, sebetulnya di Sleman juga banyak terbuka lowongan pekerjaan.
Apalagi, di wilayah ini juga banyak perusahaan dan industri berskala sedang maupun besar yang membutuhkan tenaga kerja hingga ratusan orang.
"Lowongan sebenarnya banyak tapi itu tergantung pencari kerjanya. Kebanyakan mereka lulusan SLTA dan biasanya masih milih-milih jenis pekerjaan yang ditujunya karena berdasarkan informasi dari kakak kelasnya," kata dia. (*)