Wow! Bangladesh Beli Kereta Mewah Buatan Indonesia
Sonar Bangla Express, demikian nama KA tersebut, akan menjadi yang tercepat di antara 15 KA di rute tersebut.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, DHAKA - Perkembangan dunia perkeretaapian Indonesia tidak hanya ditandai dengan kemajuan yang ditunjukkan operator perkeretaapian.
Dari sisi industri, kereta api buatan Indonesia juga mencatatkan prestasi beberapa tahun belakangan. Yang terbaru, rangkaian kereta penumpang mewah buatan Indonesia dipakai di Bangladesh.
Seperti dilansir oleh The Daily Star, satu rangkaian KA mewah diluncurkan di rute Dhaka-Citagong yang menjanjikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik untuk penumpang.
Sonar Bangla Express, demikian nama KA tersebut, akan menjadi yang tercepat di antara 15 KA di rute tersebut.
Waktu tempuhnya direncanakan selama lima jam 40 menit dengan hanya berhenti di satu stasiun yakni Airport Railway Station.
Kereta lainnya di rute tersebut harus berhenti beberapa kali dan memiliki waktu tempuh selama tujuh jam.
Perdana Menteri Banglades, Sheik Hasina pada Minggu (25/6/2016) meresmikan KA tersebut di Kamalapur Railway Station.
KA ini sendiri dalam satu rangkaiannya memiliki 746 tempat duduk yang terdiri dari 420 Shovan Chair, 66 tempat duduk berpendingin udara dan 40 tempat duduk reguler yang berdekatan dengan kereta makan.
Kereta ini sendiri dibeli di bawah proyek yang dijalankan dari pinjaman Asian Development Bank (ADB) dan the Indian Line of Credit (LoC).
Proses pengiriman rangkaian ini oleh pembuatnya, PT Industri Kereta Api (INKA) telah dimulai sejak Maret 2016.
Dalam prosesnya, seperti dilansir Kompas.com, PT INKA berhasil mengalahkan beberapa perusahaan kereta ternama asal China dalam proses tender kereta api di Banglades.
"Perseroan mendapatkan kontrak memasok kebutuhan kereta di Baglades pada 2015. Sejak saat itu, INKA langsung melakukan produksi dengan target penyelesaian pada akhir 2016. Dalam proses tender sendiri, INKA berhasil mengalahkan beberapa perusahaan kereta ternama dari Tiongkok," ujar Senior Manager Humas INKA M Colik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/6/2016).
Menurut dia, Banglades memesan 150 gerbong penumpang kepada INKA. Rinciannya, 100 kereta meter gauge (MG) yang digunakan untuk rel 1.000 mm dan 50 unit broad gauge (BG) yang digunakan untuk rel 1.676 mm.
Untuk MG, tipe tempat duduk yang diaplikasikan 2-2, yaitu dua seat di sisi kiri dan dua seat di sisi kanan, dengan jalan di bagian tengah. Sementara itu, model BG memiliki kursi dengan formasi 2-3.
"Secara model, kereta yang diekspor ke Banglades ini sedikit berbeda dengan yang beroperasi di Indonesia saat ini. Sesuai dengan karakteristik masyarakat Banglades yang masih memiliki tradisi naik penumpang hingga ke atap kereta, maka unsur utama dari kereta tersebut adalah kekokohan rangka dan body. Sementara itu, opsi aerodinamis menjadi hal yang tidak terlalu dipertimbangkan," papar Colik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kereta-api-2_20160628_234244.jpg)