Tas Tenun Gamplong Sleman Ramai Order dari MICE

Aneka ragam kerajinan produksi desa wisata tenun itu dilirik banyak instansi sebagai suvenir sejak beberapa waktu terakhir.

Tribun Jogja/ Singgih Wahyu
Suasana keseharian di gamplong, moyudan yang dikenal sebagai desa wisata tenun. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Segmen wisata MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) kini tengah digarap para pengrajin tenun asal Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan.

Aneka ragam kerajinan produksi desa wisata tenun itu dilirik banyak instansi sebagai suvenir sejak beberapa waktu terakhir.

Seorang pengrajin tenun Gamplong, Waludin mengatakan, produk tenun Gamplong seperti tas, kini sedang banyak diminati instansi dan perusahaan yang tengah menggelar event pertemuan. Baik di wilayah Yogyakarta maupun kota lain. Terutama untuk dijadikan suvenir bagi peserta seminar.

"Sudah setahun belakangan, ramai pesanan suvenir seminar, biasanya sih bentuk tas. Hasilnya cukup lumayan juga," kata pria yang juga menjabat Ketua Pengelola Desa Wisata Gamplong itu, Selasa (21/6/2016).

Rata-rata, dalam sebulan dirinya sedikitnya kelarisan 200 buah tas tenun Gamplong yang diminati pasar pelaku agenda MICE. Pernah juga ada pesanan datang sebanyak 500 biji, jumlah yang disebutnya sangat lumayan. Harga sebiji tas cukup beragam, tergantung jenis bahan dan model yang diinginkan namun Waludin biasanya membanderol seharga Rp65.000 per biji.

Selain dari wilayah Yogyakarta, ada juga pemesan dari Pangkal Pinang, Solo, Purwokerto, Medan, dan lainnya. Biasanya, pemesanan datang melalui gethok tular dari satu konsumen ke konsumen lain. Waludin juga mencantumkan nomor kontaknya di label produk supaya calon konsumen lebih mudha menjangkaunya.

"Biasanya, pemesan ini pernah mendapat suvenir tas tenun lalu ingin barang serupa untuk suvenir acaranya. Kantor Bank Indonesia Yogyakarta juga sering pesan tas dari kami untuk seminar," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi mengatakan, pihaknya mendukung setiap langkah yang dilakukan pengrajin untuk mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, Disbudpar juga terus berupaya mempromosikan produk-produk kerajinan Sleman melalui berbagai media dan jalur pemasaran.

Dengan begitu, diharapkan produk karya pengrajin bisa lebih dikenal dan berujung pada tingkat perekonomiaan masyarakat meningkat.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved