Ini Manfaat Berpuasa untuk Anak

Pembelajaran mengenai ilmu-ilmu agama sudah seharusnya diperkenalkan dan dibiasakan kepada anak sejak dini.

Penulis: abm | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembelajaran mengenai ilmu-ilmu agama sudah seharusnya diperkenalkan dan dibiasakan kepada anak sejak dini.

Agar apa? Agar nantinya diusia dewasa anak tersebut tidak perlu lagi khawatir menjalankan kehidupannya, karena telah memiliki ilmu agama yang akan menuntunnya ke jalan yang terang.

Begitupun dengan berpuasa, salah satu ibadah yang diperintahkan Allah ini sangat disarankan untuk dilatih kepada anak sejak usia dini. Selain mengajarkan ilmu agama, puasa pun sangat bermanfaat bagi kesehatan si anak.

Dokter Spesialis Anak RS UGM, dr. Vetria Sekar Damayanti, M.Sc, SpA menuturkan, ada beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan anak ketika ia latih untuk berpuasa.

Di antaranya seperti menyehatkan saluran pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, melatih kesehatan mental anak, membentuk pola makan yang baik, membentuk kedisiplinan dan masih banyak lagi.

Vetria menjelaskan satu persatu. Dalam proses mencerna makanan di dalam tubuh, berlangsung selama delapan jam. Namun, kondisi itu sering kali tidak tercapai sebab selang waktu makan satu dengan lainnya kurang dari delapan jam.

Akibatnya, di dalam tubuh akan terjadi penimbunan banyak zat yang tidak diperlukan, yang akan menjadi racun bagi tubuh.

"Dengan berpuasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi sekaligus meregenerasi sel-sel tubuh. Jadi semua zat yang tidak diperlukan tubuh termasuk racun, akan dikeluarkan. Sel-sel tubuh yang sudah rusak pun akan diganti juga diremajakan kembali. Dan ini baik untuk anak," kata Vetria.

Saat berpuasa pun menurutnya dapat meningkatkan kekebalan tubuh si anak. Sebab, saat puasa terjadi peningkatan kadar limfosit sepuluh kali lipat.

Limfosit merupakan pusat kekebalan yang melindungi tubuh dari infeksi virus, serta membantu sel lainnya untuk melindungi dari infeksi bakteri dan jamur.

"Puasa pun melatih kesehatan mental anak. Ini berkaitan dengan anjuran puasa dalam agama yang tidak hanya menahan haus dan lapar, tapi juga menjaga lisan dan perbuatan, serta menahan emosi. Anak akan belajar menunda keinginannya" paparnya.

Ketika anak merasakan haus dan lapar saat berpuasa, ia dituntut untuk tetap tenang dan sabar tidak makan serta minum.

Ketika bermain, anak saat berpuasa dilatih untuk menjaga ucapannya, jujur, sportif, tidak membicarakan orang lain, tidak berkata kasar, menjelek-jelekan orang lain, walaupun ketika itu si anak sedang marah dan kesal.

Ia menjelaskan, ternyata puasa juga akan membentuk pola makan yang teratur, sekaligus mencegah kegemukan pada anak, dan menghindari anak dari jajanan tidak sehat di siang hari.

Saat itu, orangtua harus memperhatikan asupan nutrisi anak selama berpuasa agar tumbuh kembangnya tetap baik.

"Puasa dapat membentuk kedisiplinan. Selama bulan puasa anak harus bangun dini hari untuk makan sahur. Di luar bulan puasa hal ini akan membiasakan anak untuk disiplin bangun pagi dan sarapan," jelasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved