Wah, Ada Kue Media Sosial?
Inovasi terbarunya yang dinamakan kue kering media sosial ini sudah Yuyun produksi tiga bulan sebelum Bulan Ramadan.
Penulis: abm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Media sosial, dalam beberapa tahun belakangan ini sudah menjadi teman sehari-hari bagi hampir seluruh masyarakat dunia.
Dengan adanya media sosial, sesuatu yang jauh terasa menjadi dekat, dan berbagai informasi juga dapat diakses dari dunia maya tersebut.
Melihat fenomena itu, ibu rumah tangga yang juga seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta merespon hal tersebut lewat kue kering yang bisa disajikan saat hari raya.
Di momen yang sama, saat Bulan Ramadan tahun 2015, Nur Wahyuni (40) atau biasa disapa Yuyun meluncurkan kue-kue kering dengan motif tokoh-tokoh kartu.
Pada Ramadan 2016, ia meluncurkan kue kering dengan motif atau bentuk seperti ikon dari media-media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Konsisten dalam membuat berbagai inovasi. Pada awal 2016 lalu, Yuyun pun sempat membuat inovasi kue kering bermotif batik.
Inovasi terbarunya yang dinamakan kue kering media sosial ini sudah Yuyun produksi tiga bulan sebelum Bulan Ramadan. Saat itu pula ratusan pesanan banyak masuk kepadanya hingga saat ini.
"Dalam kehidupan kita saat ini tidak bisa terlepas dari yang namanya media sosial. Saya coba membuat desainnya satu bulan sebelum produksi. Dan ketika mulai produksi, ternyata respon masyatakat Indonesia sangat besar terhadap kue dengan motif terbaru ini," ungkap Yuyun saat ditemui di kediamannya di daerah Karangkajen Yogyakarta, Selasa (14/6).
Ketika mulai diproduksi dan dipasarkan ke masyarkat, kue kering media sosialnya ini sudah banyak diminati oleh masyarat dari beberapa daerah di Indonesia.
Seperti Samarinda, Makassar, Solo, Jakarta, Malang, Surabaya dan masih banyak lagi. Namun kebanyakan kue medsosnya diminati oleh masyarakat Ibukota.
"Jakarta kebanyakan. Hingga hari ini sudah terjual lebih dari 700 lusin, padahal belum sampai pertengahan puasa. Kalau untuk dijual lagi oleh reseller, saya pasang harga Rp 35 ribu pertoples. Tadinya ingin stop produksi, tapi pesanan terus berdatangan. Tahun kemarin 700 lusin itu sampai akhir Ramadan," kata Yuyun.
Di momen Ramadan ini sendiri, ada lima ikon media sosial yang ia buat ke dalam sebuah kue kering. Seperti BBM, WhatsApp, Instagram, Facebook dan Path.
Namun kata Yuyun, motif ikon media sosial yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia adalah ikon dari Facebook.
Ia menjelaskan, untuk media sosial seperti Path, WhatsApp, BBM dan Instagram sendiri lebih banyak digunakan oleh kaula muda.
Sementara untuk Facebook digunakan oleh banyak kalangan usia masyarakat. Sehingga menurutnya sangat diwajarkan jika motif tersebut yang paling laris dibeli konsumen.
"Kemungkinan akan lebih dari 1.000 lusin saat lebaran nanti. Motif-motif terdahulu juga masih saya jual dan tetap banyak peminatnya. Saya menargetkan setiap tahun terus melakukan inovasi pada kue-kue yang saya buat," jelas Yuyun. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kue-media-sosial_20160614_235426.jpg)