BLH Bantul dan Dinkes Uji Laborat Air Sumur Warga di Bantaran Sungai Bedog

Vinasse yang mengalir ke sungai Bedog ini memang memiliki kadar asam yang cukup tinggi.

BLH Bantul dan Dinkes Uji Laborat Air Sumur Warga di Bantaran Sungai Bedog
TRibun Jogja/Agung Ismiyanto
TOLAK LIMBAH MADUKISMO: Warga di sekitar bantaran sungai Bedog menggelar aksi atas imbas dari limbah pabrik gula dan spiritus (PG PS) Madukismo, Minggu (5/6). Mereka mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera menangani dan menyelesaikan persoalan pencemaran lingkungan ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul menyatakan telah menguji sampel air di sejumlah sumur warga di sekitar Guwosari.

Pengambilan sampel ini, untuk nantinya diteliti apakah air sumur milik warga tercemar air limbah berupa vinasse ini.

“Kami mengambil sampel ini dan akan diuji oleh Dinas Kesehatan Bantul. Kami belum tahu, apakah air ini tercemar atau tidak. Namun, akan kami pastikan terlebih dahulu agar aman,” jelas Kasubid Pengendalian Pencemaran BLH Bantul, Agustarini, Kamis (9/6/2016).

Dia mengatakan, untuk uji sampel air sumur ini nantinya akan benar-benar diteliti lebih jauh mengenai kandungannya. Sementara, untuk hasil pengujian ini, sebutnya, bisa memerlukan waktu selama dua minggu.

Kepala BLH Bantul, Eddy Susanto menjelaskan, vinasse yang mengalir ke sungai Bedog ini memang memiliki kadar asam yang cukup tinggi.

Sehingga, dimungkinkan kadar oksigen dalam air bisa berkurang karenanya. Hal inilah, yang disebut-sebut menjadikan ikan di sungai kemudian kekurangan oksigen.

Kendati demikian, dia menyebutkan jika limbah vinasse ini merupakan limbah organik. Namun, jika tidak diolah secara baik, maka akan menimbulkan dampak yang cukup berbahaya bagi lingkungan.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Bantul, Suharsono menegaskan akan segera mengambil langkah penyelesaian untuk mengatasi limbah vinasse yang mengalir ke Sungai Bedog dari PGPSMadukismo.

Dia menargetkan, secepatnya persoalan klasik ini akan selesai dan masyarakat juga tidak menjadi resah.

Suharsono mengatakan, persoalan klasik ini akan menjadi salah satu perhatian utamanya. Pihaknya akan memanggil, masyarakat, pabrik, maupun instansi terkait untuk bisa duduk bersama memusyawarahkan hal ini.

Dalam hal ini, Suharsono juga menegaskan, pihaknya hingga kini masih menjalankan apa yang sudah ada terkait dengan pembuangan limbah Madukismo di sungai Bedog.

Dia juga menegaskan, jika dirinya yang baru menjabat sebagai Bupati Bantul belum sama sekali merubah ataupun merestui pembuangan limbah cair ini.

“Yang pasti, kami benar-benar melakukan pengecekan dan uji limbah ini bagaimana dampaknya. Jika merugikan akan kami ambil langkah strategis,” jelas Suharsono. (Tribunjogja.com)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved