Lima Halte Bakal Dibangun di Bantul

Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul berencana membangun dan memelihara lima halte bus di Bantul.

Penulis: usm | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Usman Hadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul berencana membangun dan memelihara lima halte bus di Bantul.

Lima tempat itu merupakan hasil pemetaan lokasi yang dinilai perlu di bangun. Adapun dana yang kucurkan Dishub Bantul berjumlah Rp100 juta.

"Halte itu dibangun untuk memudahkan penumpang, agar saat menunggu bus para penumpang bisa berteduh di tempat yang nyaman," ujar Kepala Dishub Kabupaten Bantul, Suwito, Minggu (29/5/2016).

Suwito menambahkan sebelumnya para penumpang bus saat menunggu angkutan umum kebanyakan terpencar karena minimnya halte bus.

Namun seiring dengan bakal dibangun dan direhabnya lima halte bus di Bantul, ia berharap para penumpang bus bisa terkonsentrasi dalam satu titik.

"Kami juga berharap sopir bus tidak lagi sembarangan dalam menaikkan atau menurunkan penumpang," harapnya.

Sebenarnya di Bantul sendiri sudah ada beberapa halte bus, tapi kebanyakan halte yang ada telah rusak, sehingga tak berfungsi secara maksimal.

Sementara dalam pembangunan halte bus ini, nantinya rehabilitasi halte bus tersebut spesifikasinya akan disesuaikan dengan kondisi alam.

"Lima halte yang akan dibangun, desainnya masing-masing halte berbeda, karena harus disesuaikan dengan kondisi alam," ulasnya.

Terpisah Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Bambang Tri menjelaskan kelima halte bus yang akan dibangun terdiri dari empat halte bus baru, dan satu halte bus yang bakal direhab.

Adapun empat lokasi pembangunan halte seperti Niten, Klodran, Srigading, dan Sempalan, sementara satu halte bus yang tidak berfungsi di Klodran lama akan digeser ke Sabdodadi.

"Lima halte itu anggarannya berbeda-beda, tapi total anggaran keseluruhan berguna Rp100 juta," urainya.

Bambang menambahkan, ke depan pihaknya juga berencana membuka dua halte baru, yakni di daerah Bambanglipuro dan di Jalan Parangtritis.

"Pemetaan yang kami lakukan itu untuk mencari lokasi strategis. Sementara saat ini penumpang angkutan umum kebanyakan adalah pedagang pasar dan siswa sekolah," tutupnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved