Komunitas Seni Malioboro Siap Gelar Kirab Apeman

Acara tahunan akan membagikan 2016 apem kepada masyarakat dengan mengusung berbagai jenis gunungan, yakni apem, hasil bumi, hingga sampah.

Penulis: gil | Editor: oda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai upaya peningkatan spirit berkesenian dan berbudaya di Malioboro, komunitas penggiat seni Malioboro untuk ketujuh kalinya siap menggelar Festival Budaya Ruwahan Apeman pada 30 Mei hingga 4 Juni.

Acara tahunan akan membagikan 2016 apem kepada masyarakat dengan mengusung berbagai jenis gunungan, yakni apem, hasil bumi, hingga sampah.

Ketua Panitia Festival Handoko Sigit Waluyo mengatakan, di penyelenggaraan yang ketujuh ini kirab budaya sebagai puncak festival akan diselenggarakan pada malam hari dengan menggandeng 14 kelompok budaya atau komunitas.

Kirab apeman sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu malam (4/6/2016) dan membagikan 2016 apem kepada masyarakat.

"Gunungan apemnya tidak diperebutkan, karena itu kita bagikan apem diluar gunungan. Tapi masyarakat juga bisa menikmati gunungan yang berisi produk hasil bumi secara organik ayang akan diusung memakai andhong," ungkap Handoko saat jumpa pers kepada Tribun Jogja, Sabtu (28/5/2016).

Ia menjelaskan, festival budaya diusung oleh Komunitas yang menamakan dirinya Community of Art of Malioboro (COMA).

Sejak tahun 2010, mereka telah mengubah pedestrian Malioboro dari yang sebagai tempat berwisata dan bersantai, menjadi tempat pameran dan pertunjukkan seni yang universal.

"26 perupa Kota Yogyakarta akan memamerkan karya seninya dan berbagai workshop antara lain membatik, tarot, tatto, kerajinan kayu, hingga pembuatan apem secara massal," ujarnya.

Workshop tersebut dilaksanakan secara terbuka di pedestrian depan kantor Kepatihan Yogyakarta. Selain itu, juga akan ada pertunjukkan seni berupa ketoprak moderen, macapatan

Dituturkannya, Festival budaya dilaksanakan dalam rangka mengembalikan spirit Malioboro sebagai tempat bernaungnya kesenian dan kebudayaan.

Spirit tersebut berupa kerja gotong royong dalam persiapan acara termasuk pengumpulan dana.

"Seluruh dana dalam penyelenggaraan ini secara swadaya anggota komunitas lakukan semisal mengamen," ungkapnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved