Enam Racun Paling Legendaris di Dunia

Racun sudah ada semenjak ribuan tahun lalu. Tak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuatnya.

Tayang:
Penulis: say | Editor: oda
drugs.org
Racun (ilustrasi) 

Racun ini berupa bubuk putih yang dapat membunuh langsung, dalam beberapa hari atau bahkan hitungan bulan. Saat dicampurkan pada makanan, Cantarella memiliki rasa menyenangkan dan tidak menimbulkan jejak.

Racun itu sangat fatal bila disentuh dan bila dicampurkan pada lilin, asapnya akan mematikan bagi siapa saja yang menghirupnya. Beberapa menyebutkan bila Cantarella banyak digunakan oleh raja-raja di Borgia.

Sejarawan memprediksi, racun ini merupakan senyawa arsenik atau Cantharidin yang terbuat dari kumbang blister.

5. Aqua Tofana

Aqua Tofana merupakan racun dari abad 17 yang tidak berwarna, berasa dan berbau. Beberapa meyakini racun ini merupakan senyawa arsenik, Spanyol Fly, Pegagan, atau Snapdragon.

Korbannya dapat mati langsung atau sampai beberapa hari, tergantung pada dosis yang diberikan. Bila mati secara lambat, awalnya orang akan kehilangan rambut, gigi, kulit keriput, hingga akhirnya meninggal dunia.

Racun Aqua Tofana dibuat oleh Giulia Tofana yang berpindah-pindah dari Sisilia, Naples, sampai Roma. Salah satu versi cerita menyebutkan bahwa Giulia telah membunuh 600 orang dengan racun ini.

6. Poudre De Suksesi

Ini merupakan penemuan racun paling terkenal di Perancis. Pembuatnya adalah Marquise de Brinvilliers yang hidup tahun 1630 sampai 1676.

Beberapa menyebut, ini merupakan versi bubuk Aqua Tofana. Hanya dengan menghirup bau, Poudre dapat membunuh korbannya langsung.

Marquise mulai membuat racun ketika ayahnya memiliki kekasih baru. Ia belajar membuat racun dari teman satu selnya, Sainte-Croix yang sangat paham bagaimana meracik zat-zat yang mematikan.

Target pertamanya adalah ayahnya, lalu dua orang saudaranya karena masalah warisan. Pada tahun 1672, Sainte-Croix meninggal dunia diduga karena menghirup racun yang ia buat.

Saat kematiannya, Sainte meninggalkan sebuah kotak merah penuh racun. Di sana, tertulis secara rinci siapa saja korban Marquise.

Beberapa tahun kemudian, Marquise ditangkap dan dipaksa minum 16 liter air agar mau mengakui kejahatannya. Akhirnya, ia dipenggal dan tubuhnya dibakar. (Mental Floss)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved