Dawet Pak Bardi, Penawar Dahaga nan Segar di Kala Teriknya Matahari
Dari sekian banyak penjual dawet di Yogyakarta ada beberapa tempat yang selalu ramai oleh pembeli.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Bardi mulai usaha berjualan dawet sejak tahun 1997. "Sebelumnya beragam profesi telah saya coba, mulai dari mbengkel, hingga jualan roti. Tetapi saat Indonesia terkena krisis moneter cari pekerjaan semakin susah, akhirnya saya berjuala dawet," ceritanya.
Keberaniannya berjualan dawet karena didasari kemampuan sang istri membuat dawet. Keahlian membuat dawet diwarisi istrinya secara turun temurun.
Saat pertama kali berjualan Bardi hanya mampu menjual lima gelas dawet. Tetapi saat ini dalam sehari dia harus menghabiskan 10 kilogram tepung aren.

Untuk harga, segelas dawet dapat anda nikmati hanya dengan Rp 3 ribu. Jika menginginkan tambahan tape, harganya hanya Rp 500 per bungkus.
Di dekat lokasi berjualannya saat ini pria asli Sleman ini membuka warung bakso dan mi ayam.
"Sekarang saya juga sudah buka cabang di wilayah Gedongkuning," pungkas Bardi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dawet-bardi_20160518_182532.jpg)