Berkejaran Dengan Waktu saat Pencairan Dana Desa Mundur

Mundurnya pencairan dana desa membuat perencanaan pembangunan menjadi mundur.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mundurnya pencairan dana desa di Kabupaten Bantul membuat sejumlah desa mengalami kendala dalam perencanaan pembangunan.

Bukan hanya persoalan pencairan yang mundur, tetapi juga proses pendampingan kerap menemui kendala karena tidak banyak sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Kepala Desa Sri Gading, Kecamatan Sanden, Wahyu Widodo menyebutkan, mundurnya pencairan dana desa membuat perencanaan pembangunan menjadi mundur.

Meski belum merasakan dampak signifikan, namun persoalan waktu ini membuat perangkat bekerja ekstra keras untuk segera menyusun laporan.

"Jelas berpengaruh, kami harus berkejaran dengan waktu. Beberapa perencanaan menjadi mundur. Jika sebernarnya kami punya waktu lebih panjang, namun kali ini jauh lebih mepet," kata Wahyu saat ditemui, Jumat (13/5/2016).

Meski demikian, dia menyebutkan pihaknya baru dalam proses pengajuan untuk dana desa.

Hal ini karena pengajuan harus melalui sejumlah mekanisme, yakni diajukan ke camat baru nantinya camat akan mengajukan ke DPPKAD Bantul.

Selengkapnya simak di halaman 5 Tribun Jogja edisi Sabtu (14/5/2016). (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved