Tawuran Konvoi Kelulusan UN di DIY

Berpapasan dengan Konvoi Kelulusan UN, Seorang Pengguna Jalan Luka Parah

Kini kondisi lengan kanan Ariyanto akibat pembacokan itu cukup parah. Otot lengannya terputus hingga membutuhkan perawatan intens.

Penulis: usm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM | Usman Hadi
Ariyanto (33), korban pembacokan rombongan konvoi Kelulusan Sekolah saat dirawat di PKU Muhammadiyah Bantul, Sabtu (7/5/2016) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Nasih nahas menimpa Ariyanto (33), warga Dusun Karangasem, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul ini menjadi korban pembacokan rombongan konvoi kelulusan UN yang melintasi Jalan Sorobayan, Dusun Glagahan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Sabtu (7/5/2016).

Konvoi tersebut dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah III Yogyakarta (Morenza).

Waktu kejadian, Ariyanto bersama rekanya hendak mengantarkan semen dan bahan bangunan lainnya, lewat Jalan Sorobayan menggunakan Mobil Chery bak terbuka.

Tiba-tiba dari arah berlawanan (utara) muncul rombongan konvoi Morenza., namun tanpa sebab yang jelas Ariyanto dibacok oleh salah satu rombongan konvoi.

Kini kondisi lengan kanan Ariyanto akibat pembacokan itu cukup parah. Otot lengannya terputus hingga membutuhkan perawatan intens.

"Memang pas ke PKU ini saya dalam kondisi sadar. Tapi ternyata setelah diperiksa dokter, otot lengan saya putus. Jadinya saya harus dioperasi, besuk ini (Minggu) saya operasi lengan," ungkapnya.

Sementara itu Ariyanto menuturkan jika rombongan Morenza tersebut berjumlah ratusan. Ia menaksir jumlah kendaraannya mencapai 100-an motor, dan siswa-siswa rombongan tersebut membawa berbagai macam sejam.

"Untuk sementara, agar pendarahan lengan saya berhenti, akhirnya lengan saya dijahit," pungkasnya.

Selain Ariyanto, pembacokan juga menimpa Johan Setiantansa (17) menjadi korban pembacokan dari tawuran antar pelajar yang terjadi di depan Balai Desa Wijirejo, Pandak, Bantul Sabtu, (7/5/2016).

Korban mengalami luka robek di lengan kanan bawah. Menurut sepupu korban Anang Subagyo, korban sedang berdiri melihat tawuran. Tiba-tiba dipepet kemudian dibacok dibagian lengan.

"Jadi ada tawuran antar dua kelompok memakai seragam SMA dengan corat-coret. Korban yang sedang nonton dipinggir jalan, langsung dibacok dengan pedang hingga berdarah-darah," ujar Anang.

Saat ini korban sedang dirawat di IGD RS Bethesda Yogyakarta. Menurut dokter, korban akan menjalani operasi. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved