Detik-detik Amokrane, Bule Pembuat Onar Diberondong Peluru Polisi Bali

Amokrane bertubuh tinggi kekar, watak keras, dan belakangan diketahui dia petarung Mixed Martial Arts

Penulis: say | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Amokrane Sabet tewas di tembak polisi di Bali 

TRIBUNJOGJA.COM - Polisi Bali menembak mati seorang bule, yang juga mantan petarung Mixed Martial Art (MMA). Selain sering membuat onar di Berawa, diduga ia juga menusuk seorang anggota polisi.

Amokrane Kiane Sabet kini telah pensiun dari panggung MMA. Ia menggeluti MMA mulai tahun 1999 sampai 2011.

Karirnya di dunia tersebut tidak begitu gemilang. Berdasarkan catatan Sherdogg, Amokrane hanya menang sekali dan kalah tiga kali.

Petarung kelahiran Algeria ini dua kali kalah saat melawan Ben Smith, yakni pada tahun 2009 dan 2010. Padahal pada kekalahannya tahun 2010, Amokrane sudah memberikan pukulan agresif pada Ben.

Selanjutnya dia diketahui berada di Pulau Bali dan beberapa kali membuat resah dan ditembak mati polisi.

Video detik-detik Amokrane ditembak yang beredar di Youtube: (jika anda merasa tak terbiasa melihat kekerasan sebaiknya jangan menonton}

Diberitakan tribun bali, menurut seorang pemilik restoran yang tak mau disebutkan namanya, Amokrane telah di-blacklist oleh pemilik akomodasi pariwisata di dua wilayah.

Kepolisian Bali Tembak Mati Bule Pembuat Onar

Yakni di Berawa dan Seminyak-Kuta. Sebab, saat memakai fasilitas pariwisata, tidak pernah mau membayar. Meskipun tidak diterima di Berawa, namun Amokrane tetap memperlihatkan diri di sana.

Dia selalu ugal-ugalan saat mengendarai mobil warna merahnya, dan tetap makan di restoran tanpa membayar. Meski demikian, tidak ada yang berani menegurnya.

Sebab, Amokrane bertubuh tinggi kekar, watak keras, dan belakangan diketahui dia petarung Mixed Martial Arts (MMA) atau seni bela diri campuran yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.

Seorang satpam restoran, Nyoman Diantara, tampak geram saat mendengar nama Amokrane. Pertengahan tahun 2015, Amokrane sempat makan di restoran tempatnya bekerja selama sembilan tahun itu.

Namun, setelah makan, pria kekar berkepala botak itu malah kabur tanpa bayar. Saat datang kedua kalinya, manager restoran mengusirnya.

Namun dia malah mengancam mau menyakiti manager. "Manager saya diancam, dia lari teriak-teriak minta tolong. Sebenarnya, sebelum memperlakukan manager saya seperti itu, dia sudah di-blacklist di setiap hotel, vila dan restoran di Seminyak. Dan, sekarang di sini (Berawa) pun di-blacklist," ujar Diantara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved