Peringati Hari Kartini, PDGI Periksa Gratis Gigi Penghuni Lapas Narkotika
Dengan mengenakan pakaian tradisional Jawa, sebanyak 40 dokter gigi yang tergabung dalam PDGI Sleman mendatangi Lapas Khusus Narkotika Pakem.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Banyak cara meneladani semangat Kartini, bukan hanya di bidang emansipasi namun juga hal lainnya yang berhubungan dengan kepudilian terhadap sesama.
Seperti aksi yang dilakukan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sleman yang menggelar pemeriksaan gigi gratis bagi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika, Pakem.
Dengan mengenakan pakaian tradisional Jawa, sebanyak 40 dokter gigi yang tergabung dalam PDGI Sleman mendatangi Lapas Khusus Narkotika Pakem, Kamis (21/4/2016).
Selanjutnya mereka bertemu dengan penghuni Lapas yang terdiri dari narapidana dan tahanan titipan kasus narkotika.
Dalam pertemuan tersebut, para dokter gigi itu memberikan penyuluhan tentang kesehatan gigi.
Tidak itu saja, kegiatan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi bagi para penghuni lapas. Kegiatan yang jarang ditemui di dalam lingkungan lapas itu mendapatkan respon yang antusias bagi penghuninya.
Ketua PDGI Sleman, Ahmad Syaify mengatakan selain untuk memperingati Hari Kartini, kegiatan ini juga menjadi ajang kepedulian PDGI terhadap sesama, khususnya narapidana dan tahanan yang berada di Lapas.
Termasuk kesempatan berbagi kepada komunitas eksklusif tersebut.
“Pemerikasaan gigi kami nilai masih minim, mengingat banyaknya orang (narapidana) yang berada di lapas. Sehingga di sini kami bermaksud membantu meski hanya terbatas,” kata dia.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi aksi nyata kepedulian bagi penghuni lapas. Pasalnya sebagai komunitas yang ekslusif, banyak pihak yang peduli namun sulit merealisasikan kepeduliannya.
“Kami berusah menunjukkan aksi, dan kebetulan mendapatkan respon positif baik dari pihak lapas maupun penghuninya,” ujarnya.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan merupakan pemeriksaan standar yang dilakukan secara visual. Syaify mengungkapkan sebagian besar narapidana dan tahanan mengalami gigi berlubang dan gigi keropos.
“Namun karena pemeriksaan dibatasi hanya visual, penanganan yang diberikan tidak signifikan. Namun paling tidak dapat diketahui kesehatan gigi dan mulut,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Khusus Narkotika Pakem, Muhammad Ali Syeh Banna menyambut baik kegiatan yang digelar oleh PDGI Sleman. Hal ini lantaran membantu memberikan penyuluhan kesehatan, khususnya gigi dan mulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/periksa-napi_20160421_180836.jpg)