Keluarga Korban Pilot Tempur Golden Eagle dan Hercules Terima Santunan dari Sriwijaya Air
Acara pemberian santunan sendiri dilaksanakan di VIP room Base Ops Lanud Adisutjipto dan dihadiri keluarga pilot dan pejabat Lanud dan Sriwijaya Air.
Penulis: Santo Ari | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Keluarga pilot pesawat TNI AU yang gugur dalam bertugas mendapat santunan dari Sriwijaya Air, Kamis (21/4/2016).
Penyerahan santunan diberikan langsung kepada ahli waris almarhum masing-masing.
Adapun santunan tersebut berupa beasiswa yang diberikan kepada ahli waris korban Pesawat T-50 Golden Eagle almarhum Letkol Pnb Marda Sarjono, almarhum Kapten Pnb Dwi Cahyadi, dan korban pesawat C-130 Hercules di Medan yakni Kapten Pnb Sandi Permana dan Kapt Nav Riri Setiawan.
Almarhum Letkol Pnb Marda Sarjono dan Almarhum Kapten Pnb Dwi Cahyadi meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang tempur.
Mereka gugur dalam melaksanakan tugas negara dengan menggunakan pesawat T-50 Golden Eagle pada hari Minggu 20 Desember 2015.
Sementara Almarhum Kapten Pnb Sandi Permana dan Lettu Pnb Pandu Setiawan meninggal dalam kecelakaan pesawat C-130 Hercules di Medan 30 Juni 2015 lalu.
Acara pemberian santunan sendiri dilaksanakan di VIP room Base Ops Lanud Adisutjipto dan dihadiri keluarga pilot dan pejabat-pejabat Lanud dan Sriwijaya Air.
Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Sriwijaya Air atas kepedulian dan perhatian kepada keluarga pilot yang meninggal dalam kecelakaan pesawat.
Acara ini juga bertujuan untuk menjaga hubungan TNI AU dan para keluarga ahli waris.
"Semoga perhatian ini dapat bermanfaat kepada keluarga khususnya anak-anaknya sehingga anak-anak bisa melanjutkan cita-cita almarhum," ujarnya Danlanud.
Sementara itu, Presiden Direktur Sriwijaya Air, Chandra Lie pada saat penyerahan santunan memberikan penjelasan bahwa santunan ini merupakan kepedulian kepada Penerbang TNI AU yang meninggal karena menjalankan tugas negara.
Senada seperti yang dikemukakan Danlanud, Direktur Sriwijaya mengatakan santunan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada putra-putri korban agar dapat melanjutkan perjuangan almarhum.
"Saya berharap silahturahmi ini dapat terus berlangsung dan semoga kejadian kecelakan pesawat tersebut merupakan yang terakhir kali," tuturnya. (tribunjogja.com)