Jadi Polemik, Pemkab Sleman Harus Selesaikan Masalah Toko Modern Kasuran
Proses verifikasi perizinan selama ini belum berjalan ketat. Terlebih perizinan lebih banyak menggunakan pendekatan asminitratif.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Munculnya dukungan masyarakat terhadap pembangunan toko modern baru di Margomulyo, Seyegan, dinilai sebagai bentuk ketidaktegasan pemerintah dalam menertibkan toko modern.
Terlebih dukungan tersebut muncul lantaran iming-iming uang kompensasi yang diberikan oleh pengembang toko modern.
Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman, Hempri Suyatna mengatakan dukungan yang muncul tersebut terasa ganjal.
Terlebih muncul saat gencarnya pembatasan toko modern di wilayah Sleman.
“Sosialisasi peraturan yang berlaku belum dilakukan secara masif. Sehingga banyak kelompok masyarakat yang mudah tergiur iming-iming tertentu,” katanya, Kamis (21/4/2016).
Selain itu, menurutnya proses verifikasi perizinan selama ini belum berjalan ketat. Terlebih perizinan lebih banyak menggunakan pendekatan asminitratif dan kurang memperhatikan aspek sosial.
Dalam kasus Margomulyo, sebelum ada dukungan warga, sejumlah warga terlebih dahulu melakukan penolakan terhadap keberadaan toko modern.
“Kondisi inipun berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Dimana kelompok yang merasa imbas toko modern yaitu pemilik usaha toko dibenturkan dengan masyarakat yang sudah diberikan iming-iming. Hal ini seringkali luput dari perhatian pemerintah,” paparnya menjelaskan. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/indomaret_0804_20150408_174251.jpg)