Pemkot Pastikan Tidak Akan Ada Penggusuran PKL Malioboro
Tetap mendorong agar pada penataan ke depan tidak disertai dengan penggusuran lapak PKL, namun dengan menata agar supaya dapat tertata dengan rapi.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pedagang kaki lima (PKL) Malioboro kini dapat sedikit bernapas lega, pasalnya Pemkot Yogyakarta memastikan tidak akan ada upaya penggusuran PKL Malioboro dalam penataan yang akan dilaksanakan ke depan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh, menuturkan, tidak akan terburu-buru melaksanakan penataan pedagang kaki lima yang berada di sisi selatan dan barat Malioboro sebelum kepastian detail teknis pengerjaan dari Pemprov DIY diterima.
Pihaknya tetap mendorong agar pada penataan ke depan tidak disertai dengan penggusuran lapak PKL, namun dengan menata agar supaya dapat tertata dengan rapi.
"Kami masih menunggu konsep dasar pembangunan yang sedang dikerjakan oleh pihak ketiga. Kami tidak akan terburu-buru, karena konsep yang diajukan masih belum selesai, pelan pelan nanti ada waktunya," ujar Syarif Teguh, Jumat (15/4/2016).
Syarif menuturkan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi penatan secara umum kepada pihak PKL, namun sosialisasi secara khusus terkait detail penataan yang terdampak pada lapak pedagang belum dapat dilaksanakan karena terganjal konsep desain yang belum matang dari Pemrpov DIY.
"Nanti kami akan memfasilitasi PKL, sosialisasikan bagaimana teknis penataannya, namun masih harus menunggu dari pihak ketiga. Kami pastikan waktu tenggang juga jelas, agar tidak terlalu lama menunggu, dan dampak kerugian yang dirasakan oleh PKL juga besar," tutur Syarif.
Sementara itu, Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo, masih menyatakan sikapnya menolak penataan jika disertai penggusuran.
Menurutnya, solusi yang tepat bukan dengan cara pemindahan, namun dengan penataan agar lapak PKL dapat tertata dengan rapi dan seragam.
"Komitmen kami tidak menolak penataan, tapi bukan disertai pemindahan. Termasuk meminimalisir dampak ekonomi yang akan ditimbulkan. Intinya kan tidak mengganggu kawasan pedestrian," ujar Sujarwo, Selasa (15/4/2016), ketika dihubungi melalui sambungan telpon.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menuturkan, keputusan penataan selanjutnya masih akan dibahas dengan Pemprov DIY senin depan, namun pihaknya memastikan, tidak akan ada penggusuran lapak PKL di Malioboro.
"Kami harapkan ada kesamaan langkah antara pemkot dan propinsi, intinya memastikan tidak adanya penggusuran, dan tidak lapak pedagang baru. Kami komitmen dengan instansi kami dalam penataan Malioboro, tetapi kami minta masyarakat juga harus sadar untuk dapat menjaga penataan," ujar Haryadi Suyuti. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pkl-gusur_2104_20150420_152543.jpg)