Keragaman Nusantara di Pameran Seni Bertajuk Tropis
Pameran bertema ‘Tropis’ ini digelar oleh para mahasiswa tersebut setidaknya untuk di penghujung masa studinya.
Penulis: rap | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbagai karya dengan beragam konsep, ekspresi, dan pendekatan teknis dari bermacam bidang seni, antara lain seni terap, seni kriya, seni video, dan seni murni dipamerkan lewat Pameran Bersama Pasca Sarjana ISI Yogyakarta angkatan 2014.
Pameran bertema ‘Tropis’ ini digelar oleh para mahasiswa tersebut setidaknya untuk di penghujung masa studinya, mereka harus sudah bisa menunjukkan bahwa mereka “ada”.
Bukan lagi hanya sekadar dalam lingkup akademisi, tetapi lebih memperluas eksistensi dan sekaligus pertanggung-jawaban kepada masyarakat tentang pencapaiannya.
Eksistensi itu kemudian diwujudkan dan dipertanggung-jawaban dalam pameran yang digelar di Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto No. 2 Kotabaru, Yogyakarta ini.
Tema Tropis dipilih karena dilatarbelakangi oleh pendekatan konsep oposisi biner, misalnya saja yang paling sederhana terkait dengan musim, maka ada musim hujan dan kemarau pada wilayah yang masuk dalam iklim tropis.
Hujan dan kemarau mewakili dua kutub yang berbeda namun saling melengkapi, menghidupkan banyak hal yang ada di tengah-tengahnya, dan menghasilkan keberagaman seperti keragaman flora dan fauna serta budaya di wilayah tropis.
Keputusan mengusung tema “tropis” ini merupakan sebuah pilihan yang mewakili keterbukaan, berkaitan dengan keberagaman variasi penciptaan dan penerapan seni; artinya, secara konseptual tidak menukik lebih jauh secara bersama/kelompok ke arah filosofis-spiritual.
Walau begitu sebagian individu dari peserta secara spesifik sudah mengarah ke sana. Hal utama dari tema ini adalah keragaman yang menjadi sebuah kekayaan.
Pameran yang dibuka oleh Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum pada Selasa, (5/4/2016) ini berlangsung hingga 13 April 2016.
Selain pameran juga digelar rangkaian acara seperti; Pelatihan Cukil Uni, dan pertunjukan Srawung Rock'n Roll, Nostalgia Tembang Dolanan, Workshop Diorama Sederhana (by KelpkTokekNgekek).
Sedangkan pada Minggu, (10/4/2016) ini digelar pertunjukan Cash kustik & Pertunjukan Tari ‘Tubuh Hutan Tropis’.
Pada Selasa, (11/4/2016) pukul 19.30 WIB bakal dilakasanakan Pertunjukan Tari ‘Selembar Daun Jatuh’.
Sedangkan sebagai penutupan, Rabu,(13/4/2016) pukul 19.30 WIB digelar Pertunjukan Tari I Gede Radiana Putra/ Cash Kustik/ Pandorarimaji. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lukisan-dipamerkan_20160407_135211.jpg)