Lima Tempat Asyik Buat Ngopi di Yogyakarta
Berikut adalah lima tempat ngopi di Yogyakarta yang wajib anda datangi.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nongkrong saat ini menjadi sebuah gaya hidup yang lazim di kota-kota besar, tak terkecuali Yogyakarta. Hal tersebut mengakibatkan banyak bermunculan tempat nongkrong di kota Pelajar ini.
Dan warung kopi atau coffe shop adalah salah satu tempat nongkrong yang banyak diburu, dan berikut adalah lima tempat ngopi di Yogyakarta yang wajib Anda datangi.
1. Kopi Merapi
Daerah Istimewa Yogyakarta bukanlah dearah yang dikenal dan memiliki sejarah yang kuat mengenai tanaman kopi. Meskipun demikian, Yogyakarta bukanya sama sekali tidak memiliki potensi kopi yang bisa dikembangkan.
Beberapa wilayah di Yogyakarta ditumbuhi tanaman kopi dengan subur, seperti di wilayah perbukitan Menoreh Kulonprogo, dan juga wilayah lereng Gunung Merapi. Kedua wilayah tersebut menghasilkan kopi dengan citarasa khas.
Bahkan kopi dari Lereng Merapi yang dikenal dengan sebutan Kopi Merapi saat ini telah mulai banyak dikenal para penggemar kopi. Diungkapkan Sumijo salah satu petani kopi di lereng Merapi, tanaman kopi sebenarnya telah ada di wilayah tersebut sejak masa penjajahan Belanda.
"Karena ditanam di lereng gunung berapi yang aktif, maka hingga saat ini cukup sulit menemukan perkebunan kopi dengan pohon kopi yang berukuran besar. Letusan Merapi yang berulang kali, sering menghancurkan kebun kopi di lereng Merapi," ujarnya.
Untuk mengenalkan kenikmatan kopi Merapi, pada tahun 2010 yang lalu, lelaki yang juga menjabat sebagai ketua Koperasi Kebun Makmur (yang menaungi para peteni kopi di Sleman) ini mendirikan Warung Kopi Merapi. Belum sempat beroperasi warung bersama rumahnya hancur tersapu material letusan tahun 2010.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Warung Kopi Merapi sendiri berada di Dusun Petung, Desa Kepuhharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Bangunan warungnya terbuat dari kayu sisa bangunan rumah Sumijo yang hancur tersapu awan panas.
Maka tak heran, sebagian besar kayunya tampak menghitam bekas terbakar.
Di warung sederhana ini, Sumijo menjadikan kopi Robusta dan Arabica yang ditanamam di sekitar lereng Merapi sebagai andalannya.
Kedua jenis kopi ini disajikan dalam dua varian, yakni original (kopi hitam) dan kopi susu.
Untuk mengubahnya menjadi secangkir kopi yang nikmat, bubuk kopi langsung direbus bersama air. Hasil penyeduhan seperti ini sering disebut dengan kopi klothok.
Dijelaskan Sumijo, cirikhas Kopi Merapi dibanding dengan kopi daerah lain adalah rasanya yang cenderung soft atau ringan baik itu untuk jenis robusta maupun arabica.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kopi-sua_20160405_202707.jpg)