Kawasan Mangrove Terancam Sampah Kiriman

Banyaknya sampak kiriman dari hulu yang terbawa banjir membuat tanaman mangrove, terutama yang masih kecil, akan mati.

Kawasan Mangrove Terancam Sampah Kiriman
Tribun Jogja/Yoseph Hary
Mahasiswa Instiper Yogyakarta dan pegiat pelestari hutan pesisir melakukan penyulaman dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Pasir Mendit Jangkaran Kecamatan Temon, Minggu (3/4/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Upaya pelestarian kawasan lingkungan pesisir pantai selatan Kulonprogo dengan tanaman mangrove terancam sampah kiriman dari hulu.

Sampah-sampah yang terbawa arus banjir dari hulu ini mengakibatkan banyak tanaman mangrove, terutama yang masih kecil, akhirnya mati.

Ketua Lembaga Pelestari Hutan Mangrove dan Pesisir Wanatirta Pasir Mendit, Warso Suwito, mengatakan upaya penanaman mangrove tersebut selama ini terkendala beberapa hal. Salah satunya adalah sampah kiriman.

"Sampah juga menjadi kendala pelestarian mangrove ini. Sampah kiriman arus banjir dari hulu sangat banyak," kata Warso, saat penanaman dan penyulaman mangrove di Pantai Pasir Mendit Jangkaran Kecamatan Temon, Minggu (3/4/2016).

Minggu pagi itu lembaga pelestari lingkungan pesisir menggalakkan penyulaman mangrove di kawasan tersebut.

Bersama sekitar 90 mahasiswa Instiper Yogyakarta, mereka menanam setidaknya 600 bibit mangrove di titik-titik yang tanamannya telah mati.

Warso menyebutkan, banyaknya sampak kiriman dari hulu yang terbawa banjir membuat tanaman mangrove, terutama yang masih kecil, akan mati.

Menurutnya, sampah kiriman itu berpotensi menimpa tanaman mangrove hingga kesulitan untuk tumbuh dan berkembang.

Selain banyaknya sampah kiriman, menurutnya, kendala penanaman mangrove sebagai upaya pelestarian pesisir juga karena serangan hama kerang.

"Terutama kerang hitam dan sumpil," ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, selama ini penanaman dan penyulaman mangrove terus dilakukan.

Pada Minggu pagi, penyulaman mangrove melibatkanmahasiswa Instiper Yogyakarta. Warso mengaku sangat terbantu dengan aksi para mahasiswa tersebut.

Tanpa pihak lain, upaya kelompoknya tidak selamanya akan berhasil.

"Kami perkirakan penyulaman mangrove kali ini mencapai sepanjang 500 meter. Jarak tanam sekitar 1x1 meter," katanya. (tribunjogja.com)

Penulis: ose
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved