Penurunan BBM Tak Pengaruhi Pertumbuhan Perekonomian

Kebijakan ini hanya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Idealnya, penurunan harga BBM Rp 750-1000.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Pembeli mengisi bensin secara mandiri di SPBU Lempuyangan, Selasa (29/12/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar dipandang tak akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan ini hanya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Idealnya, penurunan harga BBM Rp 750-1000.

Pengamat Energi UGM Dr Fahmy Radhi MBA mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Hanya saja, ada beberapa catatan mengenai hal tersebut.

“Penurunan sebesar Rp 500 tidak bisa berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, hanya bisa meningkatkan daya beli masyarakat saja,” katanya, Kamis (31/3/2016).

Menurut Fahmy, penurunan harga BBM yang paling tepat adalah antara Rp 750-1000 per liter. Penurunan harga BBM tersebut disesuaikan harga keekonomian dengan telah memperhitungkan biaya distribusi, keuntungan pertamina dan SPBU.

“Kalau turunnya di atas Rp 750 bisa menimbulkan multiplier effect dan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” lanjut Fahmy. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved