Cuaca Ekstrem di DIY Hingga Awal April

Penyebab utama cuaca ekstrem di DIY adalah adanya sistem tekanan rendah yang terbentuk di barat daya perairan pulau Jawa

Penulis: mrf | Editor: Ikrob Didik Irawan
tribunjogja/khaerurreza
Pohon-pohon bertumbangan di Kawasan Wisata Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, Rabu (30/3/2016) akibat hujan deras 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Akhir-akhir ini, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang melanda DIY.

Dampaknya beberapa hari lalu, seorang pedagang di Kasihan Bantul tersambar petir, hingga pohon tumbang yang menimpa dua orang di sekitar Gembira Loka Zoo, Rabu (30/3/2016) sore.

Koordinator Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono menuturkan, penyebab utama cuaca ekstrem di DIY adalah adanya sistem tekanan rendah yang terbentuk di barat daya perairan pulau Jawa.

Hal itu menyebabkan terbentuknya pola pertemuan masa udara di atas DIY.

“Kondisi ini diperkuat dengan kondisi SML (Suhu Muka Laut) yang cukup hangat. Itu yang menyebabkan terbentuknya cuaca ekstrem di wilayah DIY,” kata Joko saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (30/3/2016) malam.

Menurutnya, kondisi tersebut diprediksi BMKG berlangsung hingga awal April 2016. Pun hujan yang disebabkan fenomena itu berlangsung di siang hingga sore hari.

Untuk prediksi curah hujan, wilayah utara dan tengah DIY akan lebih tinggi dibanding wilayah selatan.

Joko pun kembali menegaskan, curah hujan yang turun di DIY tetap berkisar antara 151-500 mm. Curah hujan tersebut tergolong menengah dan tinggi menurut kategori BMKG.

Potensi hujan tinggi itu, menurutnya berpotensi tinggi disertai petir dan angin kencang.

“Kami harapkan, potensi hujan tinggi itu diikuti oleh peningkatan kewaspadaan. Guna mengantisipasi dampak buruk akibat cuaca tersebut,” himbaunya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas BMKG RI, Eko Suryanto menambahkan, wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dikarenakan adanya perlambatan kecepatan angin di laut jawa.

Pun kelembabab udara masih cukup tinggi di Indonesia.

“Kami juga sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Tapi DIY tidak termasuk, yang masuk Jawa Tengah. DIY mungkin juga terkena imbasnya,” ujar Eko.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Wahyu Pristiawan mengaku telah meminta ribuan relawannya yang tersebar merata di DIY untuk memantau wilayah masing-masing saat hujan lebat.

Hal itu agar ketika terjadi bencana, proses evakuasi mudah dilakukan.

“Kita sudah rekrut relawan dari berbagai daerah di DIY sejak dua tahun lalu. Kita sudah persenjatai dengan berbagai peralatan, termasuk safety personal,” tukasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved