Minta Dilegalkan, Pengemudi Bentor Kembali Turun Jalan

Ratusan pengemudi bentor yang tergabung dalam Front Persatuan Nasional Perjuangan Becak Motor Indonesia melakukan aksi damai, Rabu (30/3/2016)

Penulis: khr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Khaerur Reza
Ratusan pengemudi bentor yang tergabung dalam Front Persatuan Nasional Perjuangan Becak Motor Indonesia melakukan aksi damai, Rabu (30/3/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tuntut becak bermotor (bentor) dilegalkan di Yogyakarta, ratusan pengemudi bentor yang tergabung dalam Front Persatuan Nasional Perjuangan Becak Motor Indonesia melakukan aksi damai, Rabu (30/3/2016).

Membawa beragam poster antara lain 'Jika becak notor dihapus, keluarga kami makan apa', 'Legalkan Becak Motor Demi Masa Depan Anak Kami', 'Kami berhak bekerja sesuai keterampilan kami' dan lainnya ratusan peserta tersebut memulai aksinya dari Taman Parkir Abu Bakar Ali dan melakukan longmarch di sepanjang Jl Malioboro Yogyakarta.

Mereka juga sempat melakukan orasi di depan Gedung DPRD DIY, mereka menolak alasan bahwa bentor dianggap merusak tradisi.

"Kalau bentor merusak tradisi bagaimana gedung-gedung dan hotel-hotel yang bangunannya tidak sesuai budaya, harusnya mereka hotel-hotel pakai bangunan joglo agar sesuai budaya dan tradisi," ujarnya seorang orator yang kemudian disambut setuju oleh massa aksi.

Setidaknya ada 5 tuntutan yang diminta oleh para pengemudi bentor tersebut yaitu hentikan razia bentor di seluruh Indonesia, tolak zona khusus bentor di seluruh indonesia, revisi UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Darat, bentuk perda perlindungan bentor serta hapus aturan daerah yang tidak pro bentor.

Aksi berlangsung aman dalam kawalan pihak kepolisian gabungan, aksi massa juga memakan sebagian jalan Malioboro yang membuat arus lalu lintas sempat macet. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved