Melihat Lebih Dekat Sekolah Masinis di Yogyakarta
Meski terletak di kota Yogyakarta, namun sepertinya belum banyak masyarakat yang memahami pentingnya fasilitas perkeretaapian satu ini.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
Simulator ini memiliki ketajaman grafis yang rendah dan simulasi kondisi yang dihadapi masinis belum seperti aslinya.
Sementara untuk simulator lokomotif CC206 yang didatangkan dari Perancis memiliki suasana layaknya kabin lokomotif asli.
Ada berbagai panel kendali, komponen, tuas pengendali bahkan jendela yang membawa siapapun yang masuk ke dalamnya bagaikan mengendalikan lokomotif.
"Untuk simulator CC206 ini sebenarnya tidak hanya terdiri dari kabin saja. Ada kabin, panel pengawas dan ruang data. Masinis yang diuji diawasi dan diberi materi ujian dari ruang pengawas. Misalnya bagaimana menghadapi gangguan sinyal, gangguan di rel, hingga kendaraan yang nyelonong di rel. Semua skenario itu disusun di ruang data dan diberikan melalui ruang pengawas. Segala aktivitas masinis mulai dari keputusan tindakan hingga gerak-gerik, semuanya terpantau dan tercatat di ruang data," paparnya.
Dari Amerika
Berdasarkan aktivitas masinis di ruang simulasi tersebut, lanjutnya, pihaknya dapat menilai kecakapan seorang masinis. Bagaimana seorang masinis menghadapi situasi tertentu dapat terekam secara detail melalui alat produksi Corys dari Perancis tersebut.
Uniknya, meski canggih, namun alat tersebut tidak didatangkan secara khusus oleh PT KAI. Heri mengungkapkan, alat tersebut merupakan fasilitas yang diberikan produsen lokomotif CC206 yakni General Electric (GE) dari Amerika.
Keputusan PT KAI pada 2013 untuk mendatangkan lebih dari 100 unit lokomotif CC206 direspon positif GE dengan memfasilitasi perangkat untuk membiasakan masinis dengan teknologi terbaru yang ada pada lokomotif.
"Tapi dengan simluator ini, malah menjadi komponen penting dalam pendidikan masinis. Di sini pengetahuan dan perilaku masinis bisa dinilai dengan cukup rinci," lanjutnya.

Tribun Jogja/Rento Ari
GM BPTT Heri Sudarmawan Trimukti (atas) memberi pengarahan seorang pecinta KA yang sedang menjajal simulator CC206 milik BPTT Darman Prasetyo Yogyakarta.
Untuk tipe rute jalan yang ada di simulator, menurut Heri saat ini baru ada rute Jakarta-Cikampek. Rute ini merupakan rute yang dibuat sejak dari produsennya.
"Namun ke depannya kami usulkan untuk menambah rute baru, misalnya jalur ke Bandung. Ini penting agar masinis dapat belajar menghadapi berbagai medan jalan," ungkap Heri.
Dalam proses pendidikan masinis, terang Heri, simulator ini berperan penting. Ia mencontohkan, alat ini menjadi satu instrumen dalam ujian kelulusan masinis.
"Untuk menjadi masinis memang tidak mudah. Mulai dari perekrutan hingga siap bertugas membawa lokomotif sendiri bisa membutuhkan waktu minimal 17 bulan. Nah, di simulator ini, tidak hanya pengetahuan, namun sikap mereka bisa dinilai. Kalau sikapnya tidak memenuhi, dan itu terpantau di indikator, mereka bisa tidak lulus," imbuhnya.
Dalam kunjungan tersebut, para pecinta KA juga berkesempatan masuk dan menjajal simulator tersebut.
Apabila dalam kehidupan nyata selain petugas dan masinis dilarang masuk ke kabin loko dan menjalankan kereta, di sini mereka bisa merasakan menjadi masinis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/simulator-ka_dgf_20160322_162833.jpg)