Breaking News:

Ini Dia Model Parkour di Iklan Red Bull Kontroversial

Balai Konservasi Borobudur (BKB) terus melacak sang model yang memiliki kemampuan parkour namun tidak pada tempat semestinya itu.

shakuto.com/serge shakuto
Aksi Parkour Pavel Petkuns alias Pasha di Candi Borobudur untuk RedBull Indonesia, 2016. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Teka-teki, siapa artis di balik video aksi parkour iklan Red Bull di Candi Borobudur, terjawab sudah.

Balai Konservasi Borobudur (BKB) terus melacak sang model yang memiliki kemampuan parkour namun tidak pada tempat semestinya itu.

Mengutip dari laman World Freerunning Parkour Federation (www.wfpf.com), Pavel Petkuns, atau biasa dipanggil Pasha, merupakan atlet parkour/free runner yang berasal dari Daugavpils, Latvia.

Pertama kali muncul pada tahun 2009, Pasha telah dua kali memenangi kejuaraan Red Bull Art of Motion pada tahun 2011 dan 2012, yang keduanya dilaksanakan di Pulau Santorini, Yunani.

Kepala Layanan Konservasi BKB, Iskandar M Siregar menjelaskan, menilik dari akun Facebook Pasha Petkuns, video tersebut kemungkinan direkam pada sekitar tanggal 28 Februari 2016 ketika Pasha berada di Candi Borobudur. Dimungkinkan, pengambilan gambar juga dilakukan di pagi hari, saat pengunjung masih sepi.

“Sayangnya hal ini tidak dapat dipastikan oleh rekaman CCTV Balai Konservasi Borobudur, mengingat media penyimpanan yang terbatas,” katanya.

Video yang diduga iklan salah satu brand minuman energi Red Bull menuai kecaman di dunia maya maupun di kalangan masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Pasalnya, iklan yang diduga menggunakan setting Candi Borobudur ini banyak menampilkan adegan tidak layak dan kurang menghormati keberadaan candi sebagai peninggalan budaya dan agama Buddha.

Penelusuran Tribun Jogja, video tersebut ditampilkan dalam akun milik minuman energi ini dan diposting Kamis (17/3/2016) malam.

Dalam video berdurasi 1 menit 23 detik ini, bintang iklan tersebut berada di kompleks Candi Borobudur.

Setting pertama kali, diduga dilakukan di kawasan Hotel Manohara. Sang bintang yang merupakan bule ini, nampak melakukan meditasi. Kemudian, disusul sejumlah adegan seperti berlari dan bahkan melompat ke dinding candi.

Beberapa kali, terutama di detik 18 hingga beberapa detik setelahnya, pria bule ini terus melompat, melintasi dinding candi dan juga menginjak salah satu dasar stupa.

Hal ini jelas-jelas tidak bisa dilakukan oleh pengunjung karena memang tidak diperbolehkan untuk memanjat bagian dinding candi. Apalagi, berlari-lari di candi peninggalan dinasti Syailendra ini.

Kepala BKB, Marsis Sutopo mengatakan, menilik dari kasus ini, BKB akan melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap kegiatan syuting video di Candi Borobudur.

Marsis juga mengatakan, BKB menyesali adanya pengambilan video tanpa seizin dari Kementerian pusat, sehingga tidak dapat mengawasi konten dari video tersebut.

“Aksi parkour di Candi Borobudur sangat tidak disarankan karena dapat merusak susunan batu struktur candi dan tidak mencerminkan penghargaan atau respek terhadap bangunan suci agama Buddha. Kedepan, BKB akan memperketat pengawasan terhadap berbagai kegiatan dalam menjaga kelestarian Candi Borobudur baik dalam aspek fisik maupun spiritual,” imbuh Marsis. (Tribunjogja.com)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved