Helikopter TNI Jatuh

Kolonel Ontang Ingin Bawa Santoso Hidup-hidup

Ontang yang ditugaskan di Badan Intelijen Nasional (BIN) diketahui memiliki keinginan untuk membawa gembong teroris Santoso dalam keadaan hidup-hidup.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Rumah duka Kolonel Infanteri Ontang 

TRIBUNJOGJA.COM - Kolonel Inf Ontang Sitindaon menjadi satu dari 13 korban jatuhnya helikopter Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3).

Ontang yang ditugaskan di Badan Intelijen Nasional (BIN) diketahui memiliki keinginan untuk membawa gembong teroris Santoso dalam keadaan hidup-hidup.

"Dia sempat bilang, mau ke BIN karena mau nurunin Santoso hidup-hidup, itu janjinya dia," ujar mantan anak buah Ontang, Kolonel (purn) Fauka Nur Farid saat berada di rumah duka, Senin (21/3/2016).

Fauka menambahkan almarhum belum lama bekerja di BIN. Ontang baru satu bulan bekerja di instansi yang dipimpin oleh Sutiyoso tersebut.

"Baru sebulan di BIN, diperbantukan," sambungnya.

Bagi Fauka, almarhum dikenal sebagai pribadi yang supel. Ontang dinilainya tidak pernah merasa canggung dan mau untuk bergaul dengan juniornya.

"Dia senior saya, ketika saya Lettu dia sudah Kapten dan kita tinggal bersebelahan di kompleks. Orangnya supel dan tidak pernah beda-bedakan mana senior mana junior," kenangnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved