23 Sekolah di Klaten akan Digabung pada UN 2016
Sekretaris UN 2016 Lasa mengatakan, rincian 23 sekolah yang menggabung terdiri dari 18 SMA/SMK dan 5 jenjang sekolah SMP/MTS.
Penulis: pdg | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 23 sekolah pengikut Ujian Nasional (UN) 2016, akan bergabung dengan sekolah lain. Hal itu mengingat keterbatasan sarana prasarana dan jumlah murid serta syarat akreditasi.
Sekretaris UN 2016 Lasa mengatakan, rincian 23 sekolah yang menggabung terdiri dari 18 SMA/SMK dan 5 jenjang sekolah SMP/MTS.
Ia mengatakan, untuk dapat menyelenggarakan ujian secara mandiri, jumlah murid minimal harus ada 20 orang. Selain itu sarana dan prasarana sekolah juga harus lengkap.
"Yang terpenting lainnya adalah untuk akreditasi sekolah. Hal itu karena akreditasi merupakan salah satu syarat utama," ujarnya, Senin (21/3/2016).
Dikatakannya, meskipun sekolah peserta UN memiliki kurang dari 20 siswa, namun jika telah memunyai akreditasi dan sarana yang memadai maka akan diizinkan menyelenggarakan ujian mandiri.
Lebih lanjut ia mengatakan, ada sebuah sekolah yakni SMK Rota Bayat yang bergabung pada SMKN I Tulung.
Hal itu tetap dilakukan meskipun muridnya lebih dari 20 orang. Ia menyebut, sekolah di Bayat itu digabung karena belum memiliki akreditasi. Namun demikian, untuk kasus tersebut murid dari sekolahan itu tak harus pergi ke Tulung.
"Iya benar untuk jurusan Multimedia SMK Rota Bayat digabung dengan SMKN I Tulung. Hal itu dilakukan karena sekolah tersebut belum terakreditasi, meskipun muridnya sekitar 70 orang. Untuk menyiasatinya siswa tersebut tak harus pergi ke Tulung, melainkan pengawas dari kecamatan tersebut bisa yang pergi ke Bayat. Dengan hal itu ia mengatakan, siswa dari SMK Rota Bayat tidak harus pergi ke Tulung," tuturnya.
Lasa mengatakan, untuk peserta UN yang digabung Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan ijazah berasal dari sekolah dimana ujian diselenggarakan.
Adapun, sekolah-sekolah yang digabung antara lain, SMP Muhammadiyah 10 bergabung dengan SMPN I Pedan, SMP Muhammadiyah 20 Kebonarum menggabung dengan SMPN I Kebonarum, SMP Pandanaran Karangnongko dengan SMPN I Ceper, SMP IT Smart Cendekia menggabung dengan SMPN I Karanganom dan SMP Putra Bangsa menggabung dengan SMPN 3 Klaten.
Untuk jenjang SMA/SMK beberapa sekolah yang digabung diantaranya, SMA Muhammadiyah 12 Krakitan dengan SMAN I Bayat, SMAN Muhammadiyah 5 Juwiring dengan SMAN I Ceper, SMALB-BC Bhakti Putera Bangsa dengan SMALB-SLBYAAT Bendogantungan. SMA Cokroaminoto menggabung dengan SMAN I Jogonalan.
SMKN I Jogonalan jurusan Teknik Komputer dan jaringan bergabung dengan SMKN I Klaten, SMK Nasional Klaten bergabung dengan SMK Muhammadiyah 4 Klaten dan SMK Rota Bayat bergabung dengan SMKN I Tulung. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/un-sman-5_20150413_102516.jpg)