KPU Bantul Gagas Program Pendidikan Demokrasi
KPU Bantul sebagai penyelenggara masih memiliki gagasan agar kualitas demokrasi di Bantul tetap dipupuk meski tidak ada agenda pemilihan.
Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pilkada Bantul 2015 memang telah usai dan berjalan dengan baik.
Namun KPU Bantul sebagai penyelenggara masih memiliki gagasan agar kualitas demokrasi di Bantul tetap dipupuk meski tidak ada agenda pemilihan.
Komisioner KPU Bantul Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Titik Istiyawatun Khasanah mengungkapkan keberhasilan Pilkada Bantul 2015 kemarin ditandai dengan tingkat partisipasi sebesar 75,27 % atau tertinggi di DIY.
"Angka tinggi harus kita rawat karena dibanding Pilkada 2010 juga naik, kita merancang ada dua program unggulan pengembangan pusat pendidikan pemilih," katanya pada Minggu (20/3/2016).
Dua program yang tengah mereka desain untuk 2016 dan 2017 tersebut ialah Rumah Pemilu dan Kelas Demokrasi Desa.
Rumah Pemilu menurutnya diharapkan bisa menjadi pusat informasi mengenai pemilu yang tidak hanya terpusat di KPU Bantul namun juga tumbuh di tengah-tengah masyarakat.
Sedangkan dalam kelas demokrasi desa diharapkannya bisa ada lima desa pelopor demokrasi yang meningkatkan kapasitas demokrasi lokal bagi semua segmen masyarakat.
Meski begitu, menurutnya sampai saat ini gagasan tersebut masih dalam penjajakan dengan pemerintah kabupaten, mengingat untuk skema penganggaran dan konsepnya yang masih perlu digodok kembali.
"Realisasinya mungkin paling cepat akhir tahun, jadi kita masih persiapkan konsep dalam tiga sampai enam bulan ini," tuturnya. (tribunjogja.com)