Gerakan Jogja Independen Kantongi 30 Nama Bakal Calon Independen
Sisi kepercayaan masyarakat terhadap calon dari parpol mulai luntur melihat tidak adanya perubahan dari Kota Yogyakarta.
Penulis: una | Editor: oda
Menurut Bambang Eka Cahya Widodo, Akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyatakan bahwa sebenarnya peluang calon independen sama besarnya dengan calon dari partai politik.
Semua itu didasarkan pada masyarakat Yogyakarta yang lebih memilih seorang figur bukan partai yang mengusungnya.
"Anda bisa memiliki parpol pendukung yang sangat kuat dengan jumlah kursi yang banyak diparlemen. Tetapi kalau calon yang di usung tidak kena dihati masyarakat ya tidak jalan juga. Jadi pengalaman dalam konteks pilkada itu yang lebih menentukan itu siapa orang nya, masyarakat kenal tidak, kemudian punya kualitas tidak, karya nyata nya dimasyarakat apa," ujar Bambang Eka Cahya Widodo.
8,5 % dari masyarakat Kota Yogyakarta yang jumlahnya kurang lebih 5.000 orang, setidaknya calon independen harus memiliki dukungan dari 25.000 KTP dari warga Kota Yogyakarta. Jumlah tersebut bukan jumlah yang sedikit.
Namun, menurut Bambang EC Widodo jika jumlah tersebut bisa dicapai oleh calon independen dan mendapatkan dukungan dari masyarakat dan kemudian parpol tidak mampu menyeleksi "calon berkualitas", maka sangat besar peluang bagi calon independen berkualitas untuk menjadi Walikota Yogyakarta.
"Dalam fenomena sekarang ada calon parpol yang tidak karuan, belum lama ada Bupati 2 bulan dilantik ketangkep BNN berarti proses seleksi dalam parpol kita kurang baik dan ada figur seperti itu membuat orang menjadi pesimis terhadap parpol dan pesimis terhadap calon yag diusung parpol. Bahasanya Gunawan Muhammad itu,'calon independen menyelamatkan mereka yang masih percaya demokrasi tapi kehilangan kepercayaan terhadap parpol'," tambah Bambang Eka Cahya Widodo. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/calon-independen_20160317_082208.jpg)