Kekecewaan Warga Pro Bandara Kulonprogo
Mereka menganggap pemerintah hanya sekadar 'ngeyem-yemi' dalam merespons tuntutan warga terdampak langsung yang meminta relokasi gratis.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Warga pro bandara baru Kulonprogo kecewa dan marah.
Mereka menganggap pemerintah hanya sekadar 'ngeyem-yemi' dalam merespons tuntutan warga terdampak langsung yang meminta relokasi gratis.
Setelah menyampaikan petisi dan aksi unjuk rasa menginap di depan kantor Bupati Kulonprogo beberapa waktu lalu, kini warga pro bandara dari lima desa terdampak bandara kembali mempertanyakan respons pemerintah.
Tak ingin menanti tanpa kepastian, warga tersebut memasang puluhan spanduk di wilayah calon lokasi bandara baru, Senin (14/3/2016).
Spanduk-spanduk bertuliskan tuntutan warga pro bandara itu terlihat dipasang di sepanjang Jalan Daendels wilayah Palihan dan sekitarnya. Warga bahkan juga memasangnya di sekitar Balai Desa Palihan dan Kantor Kecamatan Temon.
Perwakilan warga, Pulung Raharjo, mengatakan warga yang memasang spanduk tersebut merupakan warga yang pro bandara.
Selengkapnya simak di halaman 6 Tribun Jogja edisi Selasa (15/3/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pro-bandara_20160314_214856.jpg)