Densus 88 Tangkap Teroris di Klaten

TK Tak Ada Hubungannya dengan Penggeledahan Densus 88

Rumah sekaligus TK Raudatul Athfal Terpadu Amanah Ummah, di Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas diliburkan.

Penulis: pdg | Editor: oda
Tribun Jogja/Padhang Pranoto
Sebuah rumah di Dukuh Brengkungan RT 11/5, Desa Pogung, Kecamatan Cawas didatangi Densus 88 antiteror, Kamis (10/9/2016), siang sekitar pukul 10.00 WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Setelah sempat digeledah oleh Densus 88, rumah sekaligus TK Raudatul Athfal Terpadu Amanah Ummah, di Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas diliburkan, sementara waktu.

Menurut keterangan Ketua RT Wagiyono setempat hal itu merupakan perintah dari yayasan.

"Sekolah itu tidak ada hubungannya dengan peristiwa kemarin. Hari ini diliburkan sampai hari Senin, karena perintah dari yayasan. Hal itu karena pemerintah desa menagih izinnya. Tapi sebenarnya TK tersebut sudah punya izin, namun suratnya diberikan kepada kepala desa yang terdahulu," ujarnya, Jumat (11/3/2016).

Menurutnya, saat penggeledahan siswa tengah menyelesaikan pembelajaran. Namun, karena ada polisi yang memakai senjata, sebagian murid mengaku takut. Disamping itu, adapula wali murid yang menjaga anak-anak mereka.

Dikatakan Ketua RT, saat ini sekolah tersebut memang berada di kediaman yang ditinggali SY beserta keluarganya.

Hal itu karena, bangunan sekolah, sedang dalam tahap pembangunan. Sehingga untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar ditempatkan di rumah tersebut.

"Baru sekitar lima bulan disitu kok. Adapun bangunan yang baru, adalah sumbangan dari donatur dan juga para wali murid," imbuh Marso, ayah dari SY.

Menurut Marso, yang juga ayah dari ketua RT Wagiyono, operasional TK sudah sejak lama dilakukan, sebelum akhirnya pindah ke rumah milik anaknya itu.

Dikatakannya, tidak ada yang spesial dari pengajaran sekolah. Hanya saja, memang hari demi hari, semakin banyak wali murid yang menyekolahkan anaknya ke yayasan tersebut.

Dikatakannya, dari enam orang murid pertamanya, kini anak didik di TK tersebut sudah mencapai 60 orang. "Ada 60 orang, terdiri dari kelas A dan B," tambahnya.

Dijadikan tempat pembelajaran, akhirnya SY dan keluarganya harus mengalah. Ia kemudian tidur di bagian belakang bangunan rumah.

Sementara bangunan depan sayap kiri, tengah dan kanan, digunakan untuk pembelajaran. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved