Selama Operasi Simpatik, Jumlah Pelanggar Lalin Berkurang
Pelanggaran yang sering terjadi yakni masih banyak masyarakat yang enggan memakai helm, maupun belum lengkapnya perlengkapan kendaraan.
Penulis: usm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selama pelaksanaan Operasi Simpatik Progo (OSP) 2016, hingga di hari ke-12. Menurut Kasat Lantas Polres Sleman, AKP Yugi Bayu Hindarto, jumlah pengguna jalan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas jumlahnya makin berkurang.
"Di hari-hari biasa sebelum diadakan operasi banyak masyarakat yang melanggar marka jalan," terang Yugi, Sabtu (12/3/2016).
Selain pelanggaran marka jalan, pelanggaran yang sering terjadi menurut Yugi yakni masih banyak masyarakat yang enggan memakai helm, maupun belum lengkapnya perlengkapan kendaraan yang lainnya.
Untuk kesus keengganan masyarakat dalam mamakai helm, alasan lumrah yang sering didengungkan masyarakat yakni tempat yang mereka tuju dekat dari tempat kediamannya, sehingga tak perlu memakai helm sebagai alat pengaman selama di jalan.
"Tapi kalau terjadi kenapa-kenapa dengan mereka sewaktu di jalan bagaimana," ungkapnya.
OSP 2016 sendiri menurut rencana bakal tetap dilaksanakan hingga 21 Maret mendatang. Harapannya dengan adanya operasi tersebut maka kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas bisa makin terpupuk.
"Pelanggaran lalu lintas itu sudah sangat sering terjadi. Langkah terakhir untuk mencegahnya (pelanggaran lalu lintas, red.) yang paling efektif ya dengan ditilang," tegas Yugi.
Gencarkan Sosialisasi
Dalam OSP 2016, di hari ke-12 ini puluhan personil Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sleman, di bawah komando AKP Yugi, mengadakan operasi simpatik yang dimulai dari Wisma PU, depan kampus UIN Sunan Kalijaga, kemudian dilanjutkan dengan patroli keliling dan diakhiri di Wisma PU kembali.
Dalam operasi tersebut, tampak ada hal yang berbeda. Yakni terdapat dua Polwan yang memakai Motor Gede (moge), dan diikuti oleh tujuh polwan dibelakangnya.
"Kami melaksanakan operasi simpatik progo kali ini dimaksudkan untuk pencegahan, patroli, sekaligus penegakan hukum," jelas Yugi.
Selain mengadakan patroli, operasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengarahan langsung kepada masyarakat, yakni dengan memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas di depan Amplas Ambarukmo.
"Kami berkeliling dari Wisma PU menuju Amplas Ambarukmo sebanyak dua kali, dan waktu di depan Amplas Ambarukmo nanti kami akan mengadakan sosialisasi tertib lalu lintas," ungkapnya.
Menurut Yugi, momen operasi simpatik kali ini harus dimaksimalkan oleh pihaknya. Pasalnya bila tidak ada tindakan tegas dari jajaran aparat kepolisian, maka masyarakat akan terus-menerus melakukan pelanggaran lalu lintas.
"Intinya akan kami maksimalkan," tutupnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/operasi-simpatik_20160307_183942.jpg)