Densus 88 Tangkap Teroris di Klaten

Densus 88 Sempat Dikira Teman Terduga Teroris

Saat itu salat maghrib berjamaah usai dilaksanakan. Nampak seseorang yang berada didalam masjid dan tidak melakukan salat.

Penulis: pdg | Editor: oda
Tribun Jogja/Padhang Pranoto
Penggeledahan rumah di Dukuh Brengkungan RT 11/5, Desa Pogung, Kecamatan Cawas oleh Densus 88 karena diduga ada keterkaitan dengan terduga teroris yang tinggal ditempat itu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Wagiyono yang tidak lain adalah kakak SY menuturkan, penangkapan adiknya, terduga teroris, dilakukan oleh Densus 88 Antiteror pada Selasa petang (8/3/2016).

Saat itu menurutnya, ada tiga orang yang datang ke masjid yang berada di dekat rumah sekaligus tk itu.

Dikisahkannya, saat itu salat maghrib berjamaah usai dilaksanakan. Nampak seseorang yang berada didalam masjid dan tidak melakukan salat.

Sejurus kemudian, orang tersebut keluar menerima telepon. Tak lama kemudian, datang dua orang yang lantas membawa adiknya.

"Saya waktu itu dikasih tahu sama ayah saya. Pertama kali saya kira adalah temannya adik saya," tuturnya.

Hari berselang, kemudian datanglah tim densus 88 kerumah yang terletak di RT 11/5 itu, pada hari Kamis (10/3). Dari kedatangan tim tersebut, keluarga baru mengetahui, bahwa yang membawa adiknya adalah tim anti teror.

Mereka lantas membawa salinan ktp, kk dan sebuah motor keluar dari rumah tersebut.

Kelola Kebun Coklat

Menurut penuturan sang ayah, anaknya SY kesehariannya membantunya di sawah. Sementara istrinya mengajar. Namun pada tahun 2015, anaknya itu, pamit ke Sulawesi untuk mengurus kebun kakao atau coklat.

"Pamitnya begitu, mengurus kebun kakao. Di Gorontalo kalau tak salah. Dari kegiatannya itu, ia jarang kembali ke rumah. Ia baru kembali kerumah kalau ada urusan penting. Kemarin kembali ke rumah untuk melayat ke pada mertuanya di Bayat, yang meninggal pada hari Sabtu lalu," katanya.

Namun imbuh Marso, selama ini ia belum pernah mengajak anak dan istrinya ke tempatnya bekerja di Sulawesi.

"Saya sih berharap penangkapan adik saya hanya salah tangkap dia (SY) kalau dirumah lugu, tidak ada kegiatan yang mencurigakan," kata Wagiyono.

Sementara itu, Kepala Desa Pogung Joko Widoyo mengatakan pihaknya sudah mengumpulkan warga terkait penggeledahan tersebut. Inti dari pertemuan tersebut, meminta agar masyarakat agar jangan gegabah.

"Kami sudah mengumpulkan warga, untuk tidak berbuat hal serupa, hati-hati jangan mengambil langkah dan hal itu dijadikan sebagai pembelajaran," tuturnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved