TKW Ditemukan Linglung di Malaysia
Rubini Berubah Sejak Pulang dari Sumatera
Bukan hanya kepada kakaknya, kepada tetangganyapun Rubini berubah menjadi pendiam dan kurang bersosialisasi sepulangnya dari Palembang.
Penulis: khr | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM BANTUL - Rubini TKW yang ditemukan linglung di Malaysia sejak kecil akrab dengan sang kakak Rubiyem namun semuanya berubah sejak Rubini pulang dari merantau ke Pulau Sumatera.
Sejak pulang ke Kepuhan Argorejo Sedayu Bantul sekitar 5 tahun yang lalu dia sering bertengkar dengan kakaknya bahkan kakaknya pernah dibiarkan di luar rumah sementara rumahnya dikunci dari dalam.
"Padahal sebelumnya akur sekali sejak kecil anaknya kan cuma dua itu, kalau berangkat kuliah Rubini selalu diantar menggunakan sepeda sampai Sedayu sebelum naik bis ke IKIP," cerita salah seorang tetangganya Tinah Jumat (26/2/2016).
Bukan hanya kepada kakaknya, kepada tetangganyapun Rubini berubah menjadi pendiam dan kurang bersosialisasi sepulangnya dari Palembang.
Rubini sendiri hanya beberapa bulan berada di rumahnya sebelum akhirnya pergi tanpa pamit sama sekali, sebelum pergi dia juga sempat menjual beberapa barang yang ada di rumahnya.
Sang kakak Rubiyem sendiri mengalami tekanan yang cukup hebat akibat kelakuan adiknya hingga sempat mendapatkan perawatan kejiwaan di rumah sakit dengan dibantu oleh warga dan tetangga-tetangganya, untunglah perawtan tidak berlangsung lama hanya sekitat 2 minggu saat ini kondisi Rubiyem sudah membaik.
Kepala Desa Argorejo yang juga tetangganya Ngadimin menceritakan hal yang sama menurutnya banyak hal berubah dari Rubini seusai merantau beberapa tahun ke Pulau Sumatera.
"Entah keyakinannya lain atau bagaimana saya kurang paham tapi memang jadi bertengkar terus, makanya kakaknya sampai mengalami tekanan," ujar Ngadimin.
Dia sendiri mengaku baru hari ini mendengar kabar bahwa Rubini saat ini berada di Malaysia dalam keadaan linglung, dia berharap salah satu warganya bisa segera dipulangkan ke Indonesia.
Namun dia juga meminta agar nantinya Rubini diberikan perawatan dulu sampai sembuh dan jangan langsung dibawa ke rumah karena dikhawatirkan jika masih sama dan bertengkar dengan kakaknya justru kembali membuat Rubiyem tertekan.
Pemerintah desa Argorejo sendiri siap membantu dan memediasi kepulangan Rubini ke kampung halamannya tersebut.
"Bagaimanapun dia warga kami juga beliau juga masih punya hak waris di sini, yang penting hak-haknya sebagai warga dan ahli waris tetap dipenuhi," ujarnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rubiyem_20160226_135025.jpg)